Arsip | 10:11 pm

Ribuan Warga Hadiri Pemakaman Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon

1 Mei

CIREBON–MI: Ribuan masyarakat Cirebon, Jawa Barat, mengantar jenazah Sultan Sepuh XIII Keraton Kasepuhan Pangeran Raja Adipati H Maulana Pakuningrat untuk dimakamkan di Kompleks Pemakaman Keluarga Sunan Gunung Jati, Sabtu (1/5).

Jenazah Sultan Sepuh dimakamkan di samping makam ibu suri Ratu Raja Mintarsih di komplek pemakaman keluarga itu yang terletak di Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon.

Sebelum diberangkatkan ke pemakaman jenazah Sultan Sepuh disemayamkan di Ruang
Prabayaksa Keraton Kasepuhan untuk disalatkan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa tahlil secara bersama-sama dipimpin oleh Penghulu Masid Agung Sang Cipta Rasa.

Sekitar pukul 10.00 WIB, jenazah diberangkatkan diiringi pasukan Wargi Jati Keraton Kasepuhan yang membawa tombak berbendera kuning dan Pasukan Blandrang, yaitu tujuh Penghulu Masjid Agung Sang Cipta Rasa yang selalu mengumandangkan Adzan Pitu (tujuh) setiap menjelang salat Jumat yang ditandu sambil membacakan surat Yasin.

Kemudian keranda dibawa menuju kompleks pemakaman keluarga Sunan Gunung Jati yang jaraknya sekitar tujuh kilometer dari Keraton Kasepuhan dengan berjalan kaki. Keranda digotong bergantian oleh anggota keluarga, abdi dalem keraton, dan prajurit keraton melalui Jalan Winaon, Karanggetas, Siliwangi, kemudian Klayan dan akhirnya tiba di kompleks pemakaman di Desa Astana.

Sepanjang perjalanan ribuan masyarakat mengantar kepergian Sultan Sepuh hingga ke pesistirahatan terakhir. Masyarakat pengantar sambil membaca tahlil dalam perjalanan yang cukup jauh di bawah terik matahari.

Setiba di kompleks pemakaman, keranda dibawa ke lokasi pemakaman melalui Lawang Pasujudan menuju Gedong Malang yang letaknya berada di tingkat ke tiga dari Gunung Sembung yang bernama Blok Ganggong.

Di areal tersebut terdapat makam beberapa tokoh Cirebon jaman dahulu yang namanya hingga saat ini diabadikan sebagai nama desa seperti Ki Gede Mayung, Ki Gede Balongan, dan Ki Gede Kaliwatu.

Beberapa pejabat yang ikut hadir dalam pemakaman tersebut diantaranya Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf, Kepala Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan (BKPP) Wilayah Cirebon Ano Sutrisno, serta Unsur Muspida Kota dan Kabupaten Cirebon. (Ant/OL-01)

CELOTEH ORANG KECIL..

1 Mei

Kalau kita rasakan kehidupan saat sekarang ini sebagai orang kecil sungguh terasa berat, biaya hidup semakin mahal , lapangan kerja susah, biaya pendidikan tinggi, terus apa yg bisa diharapkan dengan masa depan orang orang kecil.

Jurang pemisah strata dimasyarakat kita semakin menganga  , sungguh ironis yang katanya dinegara yang kaya raya ini ternyata masih banyak saudara- saudara kita yang hidupnya menderita.

Tentu bukan ini yang diharapkan dari para pendahulu kita, yang dulu rela berkorban demi kemerdekaan, yang juga diamanatkan didalam UUD 45 sebagai dasar Negara yg harus dijunjung tinggi.

Tapi mengapa seolah kemakmuran negara ini hanya bisa dinikmati oleh sebagian kecil saja . Sistem perekonomian yang  harusnya pro rakyat pada kenyataannya sekarang malah banyak dikuasai oleh asing.

Perusahaan2 negara yang katanya bertugas mengelola kekayaan alam dan digunakan sebesar besarnya untuk kemakmuran rakyat dan ini sudah dijamin oleh undang undang dasar , tapi mengapa banyak perusahaan asing ikut mengelola didalamnya yang ujung ujungnya penerimaan negara akan berkurang dikarenakan hasil usaha harus dibagi .

Pemerintahan demi pemerintahan seolah tak berdaya keluar dari dilema ini,Apakah  ada yang salah? Terus apa yang salah? Saya sempat berfikir apakah karena penduduk kita terlalu banyak? Katanya penduduk yg banyak itu juga sebagai asset negara . Lihat saja seperti India , Cina penduduknya lebih banyak dari kita toh sekarang sudah bisa memperlihatkan kemakmurannya.

Apakah karena faktor SDM? Pada kenyataaannnya  setiap tahun kita bisa mencetak  ribuan sarjana dari berbagai disiplin ilmu.., terus mereka ini pada kemana…? dan mengapa kita selalu bangga dengan memakai tenaga ahli asing? Tentu ini akan mempersempit lapangan kerja pemuda pemuda kita.

Yang lebih memprihatinkan lagi adalah terjadinya  degradasi moral dimana mana, setiap ada masalah orang lebih memilih jalan kekerasan dari pada penyelesaian yang santun , budaya timur yg sudah diajarkan oleh nenek moyang kita seolah terkikis sedikit demi sedikit

Ataukah ini buah dari reformasi??  Ah… kalau saya simak dari berbagai sumber para pencetus reformasi tak pernah mengharapkan yang demikian. Jadi mengapa semua ini bisa terjadi…..?

Orang kecil tetap setia memenuhi kewajibannya membayar pajak , karena demi ikut berpartisipasi untuk pembangunan negri tercinta ini…, tapi apa jadinya kalau uang rakyat itu tidak bijak dalam penggunaannya. Ini adalah tugas besar dan mulia bagi pemerintah untuk membenahi semua ini……dan harus kita dukung, agar kita tidak disalahkan oleh sejarah kalau kita tidak berbuat apa apa……

Sruputtttt………….ga terasa  kopi  tinggal separo….hehe.., yahh…beginilah orang kecil hanya  bisa berceloteh lewat tulisan …karena tak punya tempat tuk bicara soal kemakmuran apalagi soal keadilan.

PrimeEdges

Frames, Green, Rustle and Sweet Tea

CahayaCahya

Selalu bersinar, Selalu menerangi

Sepakbola & Kehidupan

"Menelaah hidup dari sepakbola...." (roysemut)

Ramlannarie's Blog::...

Iseng-iseng bermanfaat, bisa menambah sedikit ilmu, dan pengetahuan tentang pendidikan dan lainnya......

INFO RUMAH

Property Review | Tips Renovasi | Design & Dekorasi | Berbagi informasi dan tips seputar rumah dan sebagainya

Sitsetsut's Blog

blog anak muda yang selalu ceria...

Endahsetyolaras's Blog

Just another WordPress.com weblog

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

LAMAN MENULIS GAYA SENDIRI G2

Menulis Untuk Perkongsian Bijak

Just Share

Berbagilah selama Anda masih memiliki sesuatu untuk berbagi. Karena hidup ini akan terasa lebih indah jika setiap orang saling mengerti antara satu dengan yang lain..

Refleksi Sosial

Rosyidi Hamzah

Blog Fisika Pak Teguh Pekalongan

Berbagi Informasi tentang Media Pembelajaran Fisika, IPA, dan TIK

KEMBALI KE NGGUMENG

perjalanan pembalasan idealisme yang ter-patah-kan

Brotoadmojo

Melihat, Mendengar, Merasa, (Kadang) Meraba

NgOPi

Ngawi On Picture