Warga Desa Hidup Lebih Lama

27 Mei

INGIN hidup lebih lama? Cobalah pindah ke daerah pedesaan. Penduduk desa, menurut sebuah studi dari Badan Statistik Nasional Inggris (Office for National Statistics), dua tahun hidup lebih lama dibandingkan warga yang hidup di daerah perkotaan.

Meskipun Anda miskin dan hidup di daerah pedesaan, menurut studi ini, Anda cenderung hidup lebih lama dibandingkan warga kota dengan penghasilan lebih besar. Temuan ini mendukung bukti lama bahwa angka harapan hidup tertinggi dipegang oleh warga di area pedesaan yang lebih makmur.

Selain itu, kehidupan di pedesaan cenderung bertahan lebih lama dibandingkan kehidupan di daerah pinggiran kota.

Secara umum, lelaki yang hidup di pedesaan cenderung hidup antara 78 dan 79 tahun. Sedang angka harapan hidup lelaki di perkotaan hanya mencapai 76. Perempuan di perkotaan rata-rata bertahan hingga 81, tapi di pedesaan perempuan hidup hingga antara 82 dan 83 tahun.

Apa penyebabnya? Udara bersih, ruangan terbuka lebar yang bisa digunakan untuk berolahraga dan gaya hidup yang lebih sehat merupakan faktor di belakang lebih tingginya angka harapan hidup di pedesaan.

“Ketersediaan udara bersih, lingkungan hijau dan kesempatan berolahraga di ruang terbuka diyakini mempunyai pengaruh kuat terhadap kesehatan,” terang peneliti, seperti dikutip situs dailymail.co.uk, Kamis (27/5). Selain itu, menurut laporan tersebut, area pedesaan jarang mengalami kekurangan. (IK/OL-5)

Iklan

26 Tanggapan to “Warga Desa Hidup Lebih Lama”

  1. Wahyu Budi Utomo 27 Mei 2010 pada 9:59 pm #

    Pertamax gentian ni… 🙂
    Memang hidup di desa rasanya lebih nyaman. Bukan dalam hal lingkungan saja tapi dalam hal kebersamaan lebih dari yang ada di masyarakat kota. Jadi pengen balik ke desa lagi niii…

    • setyantocahyo 27 Mei 2010 pada 10:23 pm #

      hehehe…
      makanya sering2 pulkam mas…

      salam.

  2. nh18 27 Mei 2010 pada 10:13 pm #

    Pak Cahyo …
    Ada tiga hal pak …
    #1. Secara logika bisa dimengerti mengapa masyarakat di pedesaan (relatif) bisa bertahan lebih lama … Udara di pedesaan (relatif) masih jauh dari polusi ,,,

    #2. Ditinjau dari segi kejiwaan juga saya pikir di desa (relatif) tingkat stress tidak seberat jika di kota besar. Ini membuat masyarakat pedesaan hidupnya lebih “sumeleh”

    #3. Mukin dari segi makanan mas … di pedesaan lebih alami … jarang bahan pengawet … dan juga badan bergerak terus … karena sarana pendukung kehidupna tidak selengkap di kota besar … yang mana dari satu tempat ketempat yang lain masih dimanjakan dengan alat-alat transportasi

    Ini menurut logika saya lho Mas …
    Salam saya Mas Cahyo

    • setyantocahyo 27 Mei 2010 pada 10:25 pm #

      wah hebat oey…
      jadi pengamat pedesaan aja mas….
      hehehe…guyon mas….

      salam.

  3. ariefien 27 Mei 2010 pada 11:36 pm #

    mmang kehidupan di desa terasa lebih sejuk dan indah pak… soale aq kn jg wong ndeso… 🙂

    • setyantocahyo 28 Mei 2010 pada 12:00 am #

      segar n nyaman..
      soale udara msih asli mas..tul gak?

      salam.

  4. kang ian 28 Mei 2010 pada 3:47 am #

    berarti mending nyari gadis desa biar bisa hidup 2 taun lebih lama kekeke

    • setyantocahyo 28 Mei 2010 pada 6:06 am #

      ngarep…..
      tu bisa bhs gaul jga kan…? kwkwwk…

      salam .

      • kang ian 28 Mei 2010 pada 7:15 pm #

        siapa yang gaul? bapak y? hahaha
        kalao saya mah emang gaul..so kesimpulannya? mau nyari gadis desa aja..hehe

      • setyantocahyo 28 Mei 2010 pada 8:36 pm #

        gadis desa apa gadis ndeso…?? kwkwkwk….

    • kompunetsa 28 Mei 2010 pada 9:48 am #

      haha…
      silakan aja om…gadis desa jg ga salah kok. 😀

      • setyantocahyo 28 Mei 2010 pada 3:54 pm #

        itu jga msih asli…
        lom tercemar..xixixixi…

        salam

  5. kawanlama95 28 Mei 2010 pada 7:41 am #

    di desa memang lebih nikmat dengan alam yang begitu indah dan bersahaja. dengan makanan yang alami dan berfikiran jernih serta rasa kebersyukuran yang tinggi membuat hati tentram dan nyaman sehingga kita menikmati kehidupan yang indah. Sehinga sehat dan panjang umur. walau semua itu Allah yang beri kehidupan . saat awal kami bertemu dengan sang sahaja klik di mie-ayam-janda

    • setyantocahyo 28 Mei 2010 pada 7:53 am #

      klau ga salah
      calon nyonya bang achoy ya..
      hehe..
      salam kenal ya teh…

      salam.

  6. kompunetsa 28 Mei 2010 pada 9:47 am #

    di desa udaranya seger 😀 😀

    • setyantocahyo 28 Mei 2010 pada 3:52 pm #

      lom kna polusi…
      masih asli…hhe…

      salam knal ya….

  7. Siti Fatimah Ahmad 28 Mei 2010 pada 4:13 pm #

    Assalaamu’alaikum Mas Cahyo,

    Alhamdulillah, baru punya kesempatan untuk BW sebentar bagi membalas kunjungan dan berkenalan. Semoga ceria di penghujung pekan dengan aktivitas yang bermanfaat.
    udara yang bersih, nyaman tanpa pencemaran menjadikan kehidupan kita sesegar dan penuh dengan kesihatan yang menyihatkan.

    Begitulah kehidupan desa dan warganya. panjang atau pendek umur itu adalah ketentuan Allah dan kesegaran di desa hanya salah satu dari sebab panjang umurnya. Salam mesra dari saya.

    • setyantocahyo 28 Mei 2010 pada 7:27 pm #

      terima kasih bunda…
      jauh jauh dari sebrang sempatkan diri mampir di blok saya, smoga kunjungan ini akan mempererat tali silaturahmi diantara kita, selamanya…..aminn.

      salam hangat dari west java.

  8. Siti Fatimah Ahmad 28 Mei 2010 pada 5:00 pm #

    Mampir lagi. Terima kasih Mas Cahyo, kerana sudah linkkan laman saya di sini. Saya juga sudah berbuat demikian di ruang Menuju Dunia Sahabat (atas banner) di laman saya.

    http://websitifatimah.wordpress.com/dunia-sahabatku/

    Saya juga berniat untuk menghadiahkan mas Cahyo dengan AWARD PERSAHABATAN – YOU’RE A GREAT BLOGGER sebagai tanda persahabatan ini. Silakan menitip award tersebut di sini (selepas banner Selamat Ulang Tahun Laman Menulis Gaya Sendiri di ruang berikut:

    http://websitifatimah.wordpress.com/galeri-award-dariku/

    Semoga terjalin silaturahmi yang bermanfaat. Salam ceria selalu.

    • setyantocahyo 28 Mei 2010 pada 8:28 pm #

      sungguh kebahagiaan yang tiada tara..tatkala ku baca untaian kalimat yang berbunyi” Saya juga berniat untuk menghadiahkan mas Cahyo dengan AWARD PERSAHABATAN YOU’RE A GREAT BLOGGER sebagai tanda persahabatan ini” .
      sungguh tidak menyangka aku yang ngeblog baru kemaren sore ,dan masih taraf belajar , sudah dapat AWARD PERSAHABATAN YOU’RE A GREAT BLOGGER ….tentu aku mengucapkan terima kasih kepada bunda SITI yang telah memberikan penghargaan ini sebagai bentuk tali kasih persahabatan ,walaupun aku merasa belum pantas menjadi seorang GREAT BLOGGER semoga award ini akan memberiku motivasi untuk berkarya lebih baik lagi. sekali lagi kucapkan terima kasih semoga persahabatan ini akan terjalin selamanya …amin.

  9. sawali tuhusetya 28 Mei 2010 pada 9:29 pm #

    jadi inget kampung halaman saya yang ndesa banget, mas cahyo. dah lama nih ndak pulkam, saya kira benar itu, mas. hidup di desa yang jauh dari polusi tentu bisa membuat udara bersih dan sehat utk hidup, sehingga dijamin bisa umur panjang.

    • setyantocahyo 28 Mei 2010 pada 9:46 pm #

      wah..
      terima kasih mas atas kunjungannya…

      jadi inget kampung halaman ya…hehe…

      salam kenal n
      trims banyak.

  10. Afif logicprobe10 29 Mei 2010 pada 12:43 pm #

    Wah, bener.. suasana desa yang sejuk, nyaman, dan jauh dari hiruk pikuk membuat tingkat kemungkinan stress pada seseorang sangat rendah..
    Kunjungan perdana nih, salam kenal pak 🙂

    • setyantocahyo 29 Mei 2010 pada 5:39 pm #

      thanks mas atas kunjungannya….

      hdp didesa mmg terasa nyaman mas….

      slm kenal kmbali..

  11. teambulls 1 Juni 2010 pada 9:03 pm #

    hmmmm…ngomong-ngomong masalah desa…
    akang yg lahir, besar & jadi bangkotan ini di kampung…sebenarnya miris dg kehidupan Kampung….
    Dahuluuu…begitu nyaman hidup di pedesaan…udara sejuk, hening td hiruk pikuk..
    Namun seiring arus globalisasi…arah kehidupan desa ikut bergeser juga….
    Sekilas….aman..nyaman…amleng….
    Tapi….di balik itu….akang mirisss….
    Jadi….
    Mau di bawa kemana atuh….bangsa ini ?????
    ( teu nyambung ya ….??? keun wae lah… )

  12. setyantocahyo 1 Juni 2010 pada 9:16 pm #

    tapi setidaknya masih mending kang……
    kita masih bebas leluasa menghirup udara segar…
    dibanding dikota…
    wah tau sendiri kan kang….

    salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pabrik tentang tempe

Kondisi produksi sehari-hari

PrimeEdges

Frames, Green, Rustle and Sweet Tea

CahayaCahya

Selalu bersinar, Selalu menerangi

Sepakbola & Kehidupan

"Menelaah hidup dari sepakbola...." (roysemut)

Ramlannarie's Blog::...

Iseng-iseng bermanfaat, bisa menambah sedikit ilmu, dan pengetahuan tentang pendidikan dan lainnya......

kelautaje

dan biarkanlah laut tetap membiru...

Info rumah & properti

Informasi rumah sekitar selatan jakarta, rumah jabodetabek, rumah minimalis, townhouse, rumah baru, rumah seken, rumah lokasi strategis, harga murah, harga terjangkau

Endahsetyolaras's Blog

Just another WordPress.com weblog

Sitsetsut's Blog

blog anak muda yang selalu ceria...

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

Mataku adalah Matamu

Balikpapan Tempat Cari Makan

LAMAN MENULIS GAYA SENDIRI G2

Menulis Untuk Perkongsian Bijak

Kang Arip - Gudang Ilmu

Sharing Ilmu - Diskusi Ilmu - Penyimpanan File

Just Share

Berbagilah selama Anda masih memiliki sesuatu untuk berbagi. Karena hidup ini akan terasa lebih indah jika setiap orang saling mengerti antara satu dengan yang lain..

Refleksi Sosial

Rosyidi Hamzah

Blog Fisika Pak Teguh Pekalongan

Berbagi Informasi tentang Media Pembelajaran Fisika, IPA, dan TIK

/jur·nal/

yang ditemui mata dan mengendap di pikiran

%d blogger menyukai ini: