Potret kehidupan…

29 Mei

Di sebuah desa yang tenang tumbuh seorang gadis remaja yang cantik jelita, tak heran kalau dia dijuluki si kembang desa, sebut saja namanya Astuti….orang memanggilnya Tuti …

Banyak pria mencoba mendekatinya …pria dilingkungannya  maupun dari luar silih berganti hadir bersaing untuk mendapatkan cintanya…

Layaknya gadis remaja yang lain dia pun sempat berpacar-pacaran dengan pria yang disukainya, tapi ya namanya juga cinta monyet..semuanya itu tak ada yang berlangsung lama…

Hingga menjelang  usia dewasa belum satupun pria yang menjalin hubungan serius dengannya…sehingga  membuat orang tuanya khawatir, karena orang tuanya yang hanya pansiunan pegawai rendahan tentu saja sangat mengharapkan masa depan dia yang baik , agar kelak bisa membantu membesarkan adik-adiknya ……

Hingga pada suatu ketika ada seorang pejabat berstatus duda beranak dua…berminat untuk meminangnya …tentu saja hal ini ditanggapi baik oleh kedua orang tua Tuti…”Ya Tuhan inikah berkah yang Engkau berikan kepada keluarga kami…??” begitu kira kira yang ada dalam benak kedua orang tua Tuti..

“Nduk…Bapak dan Ibu mau bicara…  dengarkan baik-baik ya nduk…, Tuti sudah besar..sepertinya sudah pantas untuk berumah tangga…..nah sekarang  ada yang menghendaki kamu nduk…kamu mau ya nduk…!!”

“ Iya Pak, Bu…Tuti juga merasa sudah dewasa … tapi siapa orang yang ingin melamar Tuti itu Pak…”

“Pak Hendro…….nduk,   ah Bapak gak perlu menjelaskan banyak tentang dia, kan kamu sudah sering ketemu kalau aktif di organisasi…dia orangnya baik, terus sudah mapan…Bapak ingin hidup kamu kelak  akan sejahtera  nduk……”

Bagai ada petir disiang bolong …Tuti kaget setengah mati , mukanya pun sempat memerah….entah apa yang ada dalam pikirannya  …dia hanya tertunduk diam ..

“Bagaimana nduk….??.tolong jangan kecewakan Bapak dan Ibu yang telah membesarkan kamu…..mau ya nduk..??

Lama lama Tuti tak kuat menahan apa yang berkecamuk dalam hatinya…maka diapun  hanya bisa menangis…..dan pergi masuk kekamar…

Tinggallah kedua orang tua Tuti dalam kebingungan…..ya bingung bagaimana jawabannya nanti kalau Pak Hendro datang dan minta kejelasan tentang hal ini….

Sementara Tuti didalam kamar…hatinya berkecamuk tak karuan perang batin antara ya dan tidak…,jika ia menolak maka berarti dia mengecewakan orang tua yang telah membesarkannya….nanti akan di cap sebagai anak yang tidak berbakti.. anak yang durhaka…namun apabila dia menerima apa kata teman temannya nanti….Tuti si kembang desa ternyata hanya dapatnya si duda beranak dua …, ah rasanya Tuti tak sanggup menerima semua itu…

Kini Tuti bingung….tak tau harus bagaimana…yang bisa dilakukannya hanya menangis dan menangis…….sambil sesekali pikirannya melayang mencari sosok siapakah kiranya diantara teman atau sahabat yang bisa diajak berkeluh kesah untuk menumpahkan segala persoalan yang rumit ini…..

Tuti adalah anak gaul jadi tak heran jika dia banyak sekali temannya, diantara teman dan sahabat yang banyak itu tentu ada satu yang paling dia percaya untuk curhat…. . Pilihannya jatuh ke Ugi…

Mengapa dia memilih Ugi untuk menumpahkan segala beban pikirannya…? karena Ugi adalah sosok yang dewasa…pengetahuannya luas…enak bicaranya dan dia juga pintar mengambil hati seseorang…

Hubungan Tuti&Ugi lama-lama tambah dekat saja…sepertinya tidak hanya sekedar teman curhat…tapi benih-benih asmarapun mulai tumbuh…..dan akhirnya dia pun sepakat jadian …dan pacaran…

Melihat situasi yang demikian tentu Pak Hendro langsung mengambil sikap untuk mundur teratur…

Tinggallah kedua orang tua Tuti mengelus dada…..” Ya Tuhan…. cobaan apalagi yang akan Engkau berikan kepada keluarga kami…”

Ugi adalah sosok  pemuda yang bertanggung jawab, dia akan buktikan kepada semua orang, bahwa cintanya kepada Tuti tidaklah main-main…dia akan segera menikahi Tuti….masalah dia belum bekerja tidaklah  dia pikirkan …toh nanti Tuhan pasti akan memberikan rezeki kepada umatnya …apalagi  kepada orang yang telah berumah tangga …pastilah ada…

Maka tak berlama-lama diapun melamar dan menikahi Tuti….

Orang tua Tuti  tentu tak bisa berbuat banyak…Tuti sudah memilih sendiri jalan hidupnya…yang bisa dilakukannya  hanya bisa merestui.. ya walaupun dengan hati berat…apa boleh dikata anak sudah suka sama suka…

Seiring perjalanan waktu jaman semakin kesini kehidupan semakin susah…Ugi tak kunjung mendapat pekerjaan ….untuk sementara kehidupan mereka masih ditopang oleh orang tua…

Sudah selayaknya orang berumah tangga akhirnya mempunyai anak….tapi tetap saja ugi belum punya pekerjaan tetap…yang dia dapat hanya kerja serabutan itu pun kalau ada..…

Hampir setiap 2 tahun anaknya nambah satu….sehingga dalam usia 6 tahun perkawinannya dia sudah di karuniai 3 anak…

Bisa dibayangkan betapa repotnya dia mengurus anak-anaknya yang masih kecil-kecil..

Kembang desa yang dulunya  mekar …segar… indah dipandang mata , kini nampak layu tak berdaya…..kadang dia mengeluh…capek…tapi apa boleh dikata ini sudah menjadi pilihannya……

Hari-hari dia jalani bersama suami dan anak-anak nya ..tinggal digubug kontrakan gratisan , karena belas kasihan dari seorang sahabatnya….itu adalah sebuah berkah daripada harus menyewa sebuah rumah tinggal yang bagus tentu mahal, pikirnya…

Pada suatu hari sang sahabat si punya rumah datang berkunjung, rupanya ada keperluan yang teramat penting…

“ Gi…aku datang kesini pertama ingin bersilaturahmi…yang kedua aku ingin membicarakan masalah rumah ini.., sekarang ini.aku lagi menerima cobaan dari yang Kuasa ..anakku sakit serius dan perlu dirawat dirumah sakit , sedang aku tidak punya biaya…harapan satu-satunya adalah rumah ini…maka daripada aku jual ke orang lain maka sudahlah kamu bayar saja Gi….”

Mendengar berita itu tentunya suatu berkah bagi Ugi…sendainya dia mempunyai uang….tapi masalahnya kan Ugi tidak punya uang…apalagi  uang yang berjuta-juta jumlahnya …buat makan sehari-hari saja dia harus putar otak tujuh keliling entah bagaimana caranya…, apakah harus merepotkan orang tua? rasanya tidak mungkin …dia sudah terlalu banyak merepotkan orang tua……tapi Ugi orangnya tak mudah menyerah…makanya dia pun minta waktu untuk berfikir…dan berusaha…

Tapi rupanya sampai pada waktu yang telah disepakati….. Ugi tetap saja tak mampu menyediakan uang sebanyak itu ….

Akhirnya walau dengan perasaan berat terpaksa sahabatnya itu menjual rumahnya  ke orang lain, karena untuk pengobatan anaknya tidak bisa ditunda-tunda lagi….

Ugi dan keluarganya terdiam dalam kebingungan….karena bagamanapun juga dia harus pindah dari rumah itu…tapi kemana…??

Apakah harus berkumpul kembali dengan orang tuanya yang selama ini sudah banyak direpoti? Yach…apa boleh buat karena tidak ada pilihan lain…mudah-mudahan orang tua bisa mengerti tentang kesulitan apa yang sedang dia hadapi….

“ ya Tuhan….tabahkanlah hambamu ini …… mudah-mudahan  selalu diberi kekuatan dalam menghadapi kehidupan yang semakin berat ini…” demikian selalu doa dia panjatkan setiap kali…

Seiring usia yang makin tua, tenaga sudah berkurang…cari rezeki semakin susah…anak-anak kian bertambah besar….kian banyak membutuhkan biaya…

Tapi Ugi adalah bukanlah sosok yang mudah putus asa…tetap saja aktifitas dia lakukan dengan memperbanyak pergaulan……karena rezeki yang dia andalkan adalah pekerjaan dari belas kasihan teman-teman dan para sahabatnya…

Sedang siTuti dirumah mengasuh anak-anaknya , walaupun dengan segala keterbatasan nafkah suaminya, dia tetap tabah dan pasrah menjalani hari-harinya yang penuh derita…

Dia nampak kurus …matanya cekung…kadang tatapannya kosong ….entah apa yang dipikirkannya…sehingga wajar kalau dia nampak lebih tua dari usia nya….

Itulah cinta …..

Terkadang cinta bisa mengalahkan segalanya ….karena cinta adalah urusan hati…perasaan…dikala hadir bisa langsung melekat tanpa mempertimbangkan yang lain- lain ..

Meski kebahagiaan batin dan kebahagiaan lahir adalah berbeda…tapi sebenarnya dua-duanya saling melengkapi….

Karena demi yang namanya cinta …Tuti rela mengorbankan kesenangan ….demi yang namanya cinta dia rela menderita….dan demi yang namanya cinta dia rela habiskan hari-harinya  yang penuh ketidak pastian…….

Tamat

……………….oo0oo………………

Semuanya hanya rekaan belaka adapun ada kesamaan nama atau lainnya itu adalah faktor kebetulan saja , terima kasih.

Iklan

22 Tanggapan to “Potret kehidupan…”

  1. kang ian 30 Mei 2010 pada 7:33 am #

    intinya apa ya pak xixi jadi nikah dengan modal cinta ni hehehe 😀
    PERTAMAX dulu y pak hehe

    • setyantocahyo 30 Mei 2010 pada 7:49 am #

      begitulah kira kira,,
      hehe…

      salam hangat sll…

      • cempaka 30 Mei 2010 pada 11:08 am #

        hikss. sedih bgt pak >_<

      • setyantocahyo 30 Mei 2010 pada 3:07 pm #

        cempaka jangan sedih ya….
        itu hanya cerita..ambil aja hikmahnya jika ada ok!!

        salam hangat sll.

      • kang ian 31 Mei 2010 pada 8:35 am #

        lebay cem kekeke..
        makanya suruh kang trisno nya ngumpulin duit dulu..
        kasian kan nanti kalau ditelantarin hehehe

      • ariefien 1 Juni 2010 pada 5:22 pm #

        haha… sabar mbak cem… 🙂

  2. kawanlama95 30 Mei 2010 pada 8:38 am #

    Cerita ini sangat menarik aku terharu membacanya. Hmm walau ada derita namun itulah hidup ditenggah penderitaan namun ada cinta disitu maka penderitaan itu menjadi ringan. Padahal kalo saja aku teman mereka berdua aku mau kok minjemin rumahku, Insya Allah abis saat ini belom di tempati. Semoga cerita ini menginspirasi kami untuk tetap bisa bersabar dalam kondisi apapun. Semoga

    Pak aku sudah sering ke blog ini kok. Sering-sering posting seperti ini pak. Benar-benar bagus ceritanya. Semoga tetap sukses

    • setyantocahyo 30 Mei 2010 pada 2:56 pm #

      oya? berarti aq yg lupa ..hehe , maafkan aq ya mas..
      itulah manusia, salah satu sifatnya adalah pelupa ..

      thanks atas komen nya..
      mhn maaf barangkali tulisannya belom sempurna..

      salam hangat sll.

  3. rumahsehatafiat 30 Mei 2010 pada 8:47 am #

    Kekuatan cinta membuat kesabaran dan kebersyukuran.Inspiratif , mengugah dan berhikmah. Semoga kami tetap bisa eksist , amien Ya Allah. Sukses untuk tetap menulis cerita 2 seperti ini

    • setyantocahyo 30 Mei 2010 pada 3:01 pm #

      terima kasih mas..
      smoga tali silaturahmi ttp terjalin ..amiin.

      salam hangat sll.

  4. Masdin 30 Mei 2010 pada 11:01 am #

    Kisah yang sangat menginspirasi mas. Thanks for posting

  5. budies 30 Mei 2010 pada 10:17 pm #

    cerita seperti itu banyak terjadi di masyarakat, tapi disini disajikan dengan cara yang menarik..saya sampai hanyut lho pak. mantab sekali

  6. yoriyuliandra 31 Mei 2010 pada 10:44 am #

    Jika kita sepakat bahwa cinta adalah sesuatu yang fitrah, maka kita pasti juga akan sepakat bahwa sesuatu yang fitrah tidak akan mendatangkan malapetaka.

    Kisahnya inspiratif Pak, dinamika keluarga, cinta, dan usaha… 🙂

  7. hellgalicious 31 Mei 2010 pada 3:05 pm #

    kalo menurut ane sih itu bukan cinta namanya bang
    tapi jodoh
    hahahaha

  8. ariefien 1 Juni 2010 pada 5:19 pm #

    cerita bagus pak, smoga kita bisa mengambil hikmahnya amin..

  9. Mohammad A. Adam 1 Maret 2012 pada 10:25 am #

    Cinta dapat mematahkan semua khayalan, moga cerita ini dapat memacu kita agar lebih memahami makna hidup yang indah, mengapa bkan krn cinta hidup bisa bahagai, bukan pula krn harta kita bahagian, keduanya seiring mungkin iya….met sukses buat penulis..SALAM DARI TERNATE

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pabrik tentang tempe

Kondisi produksi sehari-hari

PrimeEdges

Frames, Green, Rustle and Sweet Tea

CahayaCahya

Selalu bersinar, Selalu menerangi

Sepakbola & Kehidupan

"Menelaah hidup dari sepakbola...." (roysemut)

Ramlannarie's Blog::...

Iseng-iseng bermanfaat, bisa menambah sedikit ilmu, dan pengetahuan tentang pendidikan dan lainnya......

kelautaje

dan biarkanlah laut tetap membiru...

Info rumah & properti

Informasi rumah sekitar selatan jakarta, rumah jabodetabek, rumah minimalis, townhouse, rumah baru, rumah seken, rumah lokasi strategis, harga murah, harga terjangkau

Endahsetyolaras's Blog

Just another WordPress.com weblog

Sitsetsut's Blog

blog anak muda yang selalu ceria...

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

Mataku adalah Matamu

Balikpapan Tempat Cari Makan

LAMAN MENULIS GAYA SENDIRI G2

Menulis Untuk Perkongsian Bijak

Kang Arip - Gudang Ilmu

Sharing Ilmu - Diskusi Ilmu - Penyimpanan File

Just Share

Berbagilah selama Anda masih memiliki sesuatu untuk berbagi. Karena hidup ini akan terasa lebih indah jika setiap orang saling mengerti antara satu dengan yang lain..

Refleksi Sosial

Rosyidi Hamzah

Blog Fisika Pak Teguh Pekalongan

Berbagi Informasi tentang Media Pembelajaran Fisika, IPA, dan TIK

/jur·nal/

yang ditemui mata dan mengendap di pikiran

%d blogger menyukai ini: