INDAHNYA HUSNUL KHOTIMAH ( Sukses di Detik Akhir Kehidupan )

24 Jun

Sahabat, setiap kita pasti ingin mencapai Kesuksesan dalam bidang atau pekerjaan apapun dengan berbagai program, konsep dan ide yang cemerlang, namun sudahkah kita membuat program sehingga detik-detik akhir hayat kita begitu indah mempesona dan mengagumkan setiap mata yang memandang serta membuat tersenyum gembira semua yang ada di Langit ? sulitkah ? tidak ! sangat-sangat sederhana, Cuma kadang kita gengsi untuk melakukannya karena tergiur dengan Fatamorgana gaya hidup orang modern. Mari coba cermati kisah berikut ini :

Disebuah rumah sederhana yang asri tinggal sepasang suami istri yang sudah memasuki usia senja. Pasangan ini dikaruniai dua orang anak yang telah dewasa dan memiliki kehidupan sendiri yang mapan.

Sang suami merupakan seorang pensiunan sedangkan istrinya seorang ibu rumah tangga.Suami istri ini lebih memilih untuk tetap tinggal dirumah mereka menolak ketika putra-putri mereka menawarkan untuk ikut pindah bersama mereka.

Jadilah mereka, sepasang suami istri yang hampir renta itu menghabiskan waktu mereka yang tersisa dirumah yang telah menjadi saksi berjuta peristiwa dalam keluarga itu.

Suatu senja ba’da Isya disebuah mesjid tak jauh dari rumah mereka, sang istri tidak menemukan sandal yang tadi dikenakannya kemesjid tadi.

Saat sibuk mencari, suaminya datang menghampiri
“Kenapa Bu?”

Istrinya menoleh sambil menjawab “Sandal Ibu tidak ketemu Pa”.

“Ya udah pakai ini saja” kata suaminya sambil menyodorkan sandal yang dipakainya. walau agak ragu sang istri tetap memakai sandal itu dengan berat hati.

Menuruti perkataan suaminya adalah kebiasaannya.Jarang sekali ia membantah apa yang dikatakan oleh sang suami.

Mengerti kegundahan istrinya, sang suami mengeratkan genggaman pada tangan istrinya.

“Bagaimanapun usahaku untuk berterimakasih pada kaki istriku yang telah menopang hidupku selama puluhan tahun itu, takkan pernah setimpal terhadap apa yang telah dilakukannya.

Kaki yang selalu berlari kecil membukakan pintu untuk-ku saat aku pulang,
kaki yang telah mengantar anak-anakku ke sekolah tanpa kenal lelah, serta kaki yang menyusuri berbagai tempat mencari berbagai kebutuhanku dan anak-anakku”.

Sang istri memandang suaminya sambil tersenyum dengan tulus dan merekapun mengarahkan langkah menuju rumah tempat bahagia bersama….

Karena usia yang telah lanjut dan penyakit diabetes yang dideritanya, sang istri mulai mangalami gangguan penglihatan. Saat ia kesulitan merapikan kukunya, sang suami dengan lembut mengambil gunting kuku dari tangan istrinya.

Jari-jari yang mulai keriput itu dalam genggamannya mulai dirapikan dan
setelah selesai sang suami mencium jari-jari itu dengan lembut dan bergumam
“Terimakasih ya, Bu ”.

“Tidak, Ibu yang terimakasih sama Bapa, telah membantu memotong kuku Ibu” tukas sang istri tersipu malu.

“Terimakasih untuk semua pekerjaan luar biasa yang belum tentu sanggup aku lakukan. Aku takjub betapa luar biasanya Ibu. Aku tau semua takkan terbalas sampai kapanpun” kata suaminya tulus.

Dua titik bening menggantung disudut mata sang istri “Bapa kok bicara begitu?
Ibu senang atas semuanya Pa, apa yang telah kita lalui bersama adalah luar biasa.

Ibu selalu bersyukur atas semua yang dilimpahkan pada keluarga kita, baik ataupun buruk. Semuanya dapat kita hadapi bersama.”

Hari Jum’at yang cerah setelah beberapa hari hujan. Siang itu sang suami bersiap hendak menunaikan ibadah Shalat Jum’at,

Setelah berpamitan pada sang istri, ia menoleh sekali lagi pada sang istri menatap tepat pada matanya sebelum akhirnya melangkah pergi.

Tak ada tanda yang tak biasa di mata dan perasaan sang istri hingga saat beberapa orang mengetuk pintu membawa kabar yang tak pernah diduganya.

Ternyata siang itu sang suami tercinta telah menyelesaikan perjalanannya di dunia.
Ia telah pulang menghadap sang penciptanya ketika sedang menjalankan ibadah Shalat Jum’at, tepatnya saat duduk membaca Tahiyat terakhir.

Masih dalam posisi duduk sempurna dengan telunjuk kearah Kiblat, ia menghadap Yang Maha Kuasa.

“Subhanallah sungguh akhir perjalanan yang indah” gumam para jama’ah setelah menyadari kalau dia telah tiada.

Sang istri terbayang tatapan terakhir suaminya saat mau berangkat kemesjid.
Terselip tanya dalam hatinya, mungkinkah itu sebagai tanda perpisahan pengganti ucapan selamat tinggal.

Ataukah suaminya khawatir meninggalkannya sendiri didunia ini. Ada gundah menggelayut dihati sang istri. Walau masih ada anak-anak yang akan mengurusnya,

Tapi kehilangan suami yang telah didampinginya selama puluhan tahun cukup membuatnya terguncang. Namun ia tidak mengurangi sedikitpun keikhlasan dihatinya yang bisa menghambat perjalanan sang suami menghadap Sang Khalik.

Dalam do’a dia selalu memohon kekuatan agar dapat bertahan dan juga memohon agar suaminya ditempatkan pada tempat yang layak.

Tak lama setelah kepergian suaminya, sang istri bermimpi bertemu dengan suaminya.
Dengan wajah yang cerah sang suami menghampiri istrinya dan menyisir rambut sang istri dengan lembut. “Apa yang Bapak lakukan?’ tanya istrinya senang bercampur bingung.

“Ibu harus kelihatan cantik, kita akan melakukan perjalanan panjang. Bapak tidak bisa tanpa Ibu, bahkan setelah kehidupan didunia berakhir,Bapak selalu butuh Ibu. Saat disuruh memilih pendamping Bapak bingung, kemudian bilang pendampingnya tertinggal,
Bapakpun mohon izin untuk menjemput Ibu.”

Istrinya menangis sebelum akhirnya berkata “Ibu ikhlas Bapak pergi, tapi Ibu juga tidak bisa bohong kalau Ibu takut sekali tinggal sendiri.. Kalau ada kesempatan mendampingi Bapa sekali lagi dan untuk selamanya tentu saja tidak akan Ibu sia-siakan.”

Sang istri mengakhiri tangisannya dan menggantinya dengan senyuman.
Senyuman indah dalam tidur panjang selamanya…..

Sahabat, Kesetiaan kita dalam berkeluarga akan terpupuk seumur hidup ketika dalam keluarga kita terjadi keseimbangan, dan keseimbangan akan terwujud ketika kita saling memberi, saling memberikan cinta, saling memberikan kasih sayang, saling memberikan kebahagiaan, saling memberikan nasehat untuk tetap berdiri kokoh pada sunnatullah dan fitrahnya masing-masing.

Bukan saling menuntut cinta, saling menuntut kasih sayang, saling menuntut kebahagiaan sehingga yang terjadi adalah ketidakpuasan ketika tuntutan itu dibalas tidak sesuai dengan selera yang kemudian berakibat akan melangkahi sunnatullah dan fitrah kita masing-masing.

Ketika kita telah memberikan cinta, kasih sayang dan kebahagiaan tetapi pasangan kita tidak membalasnya, maka jangan pernah berputus asa untuk memberikan semuanya itu karena Allahlah yang akan membalas segala pemberian kita dan MENYEIMBANGKAN KITA DENGAN PASANGAN KITA, maka kebahagiaan dan keharmonisan terwujud sepanjang umur kita.

“Dan di antara kebahagiaan adalah wanita shalehah, jika engkau memandangnya maka engkau kagum kepadanya, dan jika engkau pergi darinya (tidak berada di sisinya) engkau akan merasa aman atas dirinya dan hartamu. Dan di antara kesengsaraan adalah wanita yang apabila engkau memandangnya engkau merasa enggan, lalu dia melontarkan kata-kata kotor kepadamu, dan jika engkau pergi darinya engkau tidak merasa aman atas dirinya dan hartamu.” (HR. Ibnu Hibban dan lainnya dalam As-Silsilah ash-Shahihah hadits 282).

“Dan isteri shalehah yang menolongmu atas persoalan dunia dan agamamu, adalah sebaik-sebaik (harta) yang disimpan manusia.” (HR. Baihaqi dalam Syu’abul Iman, Shahihul jami’ 4285).

sumber http://www.rumah-yatim-indonesia.org/
gambar disunting dari sini

Iklan

20 Tanggapan to “INDAHNYA HUSNUL KHOTIMAH ( Sukses di Detik Akhir Kehidupan )”

  1. Siti Fatimah Ahmad 24 Juni 2010 pada 8:27 am #

    Assalaamu’alaikum Mas Cahyo

    Subhanallah.. hidangan rohani pagi ini membuat hati saya terharu sekali. Itulah namanya cinta sejati yang dipupuk atas nama Ilahi sebagai penyatuan hati yang kukuh dalam kesetiaan yang tidak berbelah bagi.

    Saya merasai semua nikmat kasih sayang di atas mas, alhamdulillah.. Allah mengurniakan jodoh yang indah cintanya tanpa ragu dan sentiasa ada di sisi saat susah dan senang. Saya bersyukur dan meredhai apa yang dianugerahkan Allah kepada saya kini dan selamanya… seorang insan yang selalu meletakkan dirinya sebagai pemimpin, penunjuk jalan dan kekasih yang indah hatinya. Tidak akan ku temui insan sepertinya walau sesudah berakhir dunia ini.

    Ahhh… postingan mas ini membuat saya menitis air mata melihat kelembutan hati kedua-duanya. Mudahan saya akan menjadi kekasih yang setia hingga ke akhirat. Terima kasih mas kerana sudah berbagi untuk kesegaran cinta. Saya senang dengan postingan ini. Salam mesra dari saya.

    • setyantocahyo 24 Juni 2010 pada 2:04 pm #

      Wa’alaikumsalam wr wb.
      Terima kasih bunda atas kunjungan yang ke sekian kalinya , smoga kita sll dilimpahkan oleh Allah kesejahteraan juga kesehatan , sehingga bisa senantiasa menyambung tali silaturahmi sebagai mana yang dianjurkan oleh Nya. Membahas tentang pasangan kita memang tak ada habisnya , semua kita rasakan serba kebetulan dari pertama kita menjalin perkenalan sampai kejenjang pernikahan seolah mengalir begitu saja cinta yang dianugrahkan olehNya, terlebih sekarang sudah beranak pinak tentu cinta dan kasih sayang itu jadi semakin mendalam, sekarang tinggal bagaimana kita menyulam hari esok agar berakhir manis seperti cerita diatas..tentu mustahil terwujud tanpa bimbingannNya, oleh karena itu semoga kita senantiasa ingat dan memohon ampun agar kita selalu merasa ada didekatNya amiin……

      salam mesra kembali bunda.

  2. edratna 24 Juni 2010 pada 1:27 pm #

    Berbahagialah yang bisa rukun dengan pasangan sampai usia senja…hati yang melihat ikut tersentuh.
    Pada akhirnya kita akan kembali berdua, saat anak-anak telah dewasa.

    • setyantocahyo 24 Juni 2010 pada 2:21 pm #

      Demikian mbak ratna setiap insan yang berumah tangga pasti mengharapkan kekal dan ingin beakhir dengan manis , namun semua itu tentu tidak segampang yang dibayangkan..semua pasti ada hambatan dan rintangan, makanya Allah memberiklan kita tuntunan hidup agar kita tidak salah arah dalam menjalaninya, sehingga insya Allah diakhir perjalanan nanti kita akan mengalami seperti apa yang diceritakan diatas..amiin.

      salam hangat sll.

  3. Brotoadmojo 24 Juni 2010 pada 9:53 pm #

    mereka akan menemukan ‘kepastian’ kalau mereka adalah jodoh… menikmati keindahan hidup, ‘memesan’ tempat untuk berdua – di surga…

    • setyantocahyo 24 Juni 2010 pada 10:51 pm #

      sungguh akhir dan awal kehidupan yang sangat manis ya mas…
      smoga kita bisa mencontohnya aminn….

  4. kang ian 24 Juni 2010 pada 11:36 pm #

    masya alloh saya sampai menitikan air mata pak membacanya..
    allahu akbar..saya sedang menannti hari itu pak..
    do’akan saya y pak..agar dipermudah oleh Alloh..
    makasih atas postingannya 🙂

    • setyantocahyo 25 Juni 2010 pada 5:37 am #

      semua manusia hidup akan bermuara kesana…., masalah nantinya akan bening ataukah keruh amalan kita tergantung dalam perjalanan hidup kita ….
      selama kita rajin mendekatkan diri kepadaNya, insya Allah kang….smoga amalan kita akan bening semuanya…amiin.

      salam hangat.

  5. Adi 25 Juni 2010 pada 6:04 am #

    Wah, bgs sekali, smg kelak saya jg husnul khotimah 😀 amin amin

  6. Rina 25 Juni 2010 pada 10:28 am #

    Cerita yg menyentuh,,sampai saya tdk bisa menahan air mata

  7. Usup Supriyadi 25 Juni 2010 pada 3:20 pm #

    indah, semoga kita mendapatkan akhir yang bahagia..

    Mengenai Jenazah dan Orang Yang Akhir Ucapannya. “Laa Ilaaha Illallah”

    Ditanyakan kepada Wahab bin Munabbih, “Bukankah laa ilaaha illallah itu merupakan kunci surga?” Wahab menjawab, “Benar, tetapi tidak dinamakan kunci kalau tidak mempunyai gigi. Jadi, jika kamu datang dengan membawa kunci bergigi tentu kamu akan dibukakan, dan jika tidak demikian, pasti tidak dibukakan untukmu.” [Di-maushul-kan oleh penyusun dalam at-Tarikh (1/1/95) dan Abu Nu’aim dalam al-Hilyah (4/66) dari jalan Muhammad bin Said bin Rummanah, ia berkata: “Ayahku memberitahukan kepadaku, katanya ditanyakan kepada Wahab.” Muhammad bin Sa’id ini ditengarai sebagai ‘mahjul hal’ ‘tidak dikenal jati dirinya’. Abdul Malik bin Muhammad adz-Dzimari meriwayatkan atsar ini darinya, juga diriwayatkan oleh Qudamah bin Musa darinya, sebagaimana disebutkan dalam ‘al-Jarh (3/2/264). Akan tetapi ayahnya, Said bin Rummanah, tidak aku dapati biografinya]

    Abdullah (bin Mas’ud) berkata, “Rasulullah bersabda (dengan suatu kalimat, sedang aku berkata lain. Nabi bersabda), ‘Barangsiapa yang meninggal dunia sedangkan dia menyekutukan Allah dengan sesuatu (dalam suatu riwayat: Barangsiapa meninggal dunia sedangkan dia menyeru sekutu selain Allah), maka dia masuk neraka. Barangsiapa yang meninggal dunia sedangkan dia tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun (dalam riwayat lain: Barangsiapa yang meninggal dunia sedangkan dia tidak menyeru kepada sekutu selain Allah), maka ia masuk surga.” [Hadits ini diriwayatkan secara marfu dari Jabir yang diriwayatkan oleh Muslim (1/65-66), Ibnu Khuzaimah dalam at-Tauhid halaman 233-234, dan Ahmad (3/325, 345, 347, 391, dan 391-392) dari beberapa jalan dari Jabir]

    Wa Allahu A’lam

  8. setyantocahyo 25 Juni 2010 pada 4:04 pm #

    wah banyak sekali referensi ttg surga dari kang usup…
    semoga akan memperkaya khasanah pengetahuan kita ..
    terima kasih ya kang…..

    salam bahagia sll.

  9. sapta 25 Juni 2010 pada 7:17 pm #

    semoga kita termasuk orang2 yg beruntung mendapatkan khusnul khotimah.. amin..
    semoga kelak saya mendapatkan pendamping hidup yg sholehah.. amin…
    😀

  10. Ifan Jayadi 26 Juni 2010 pada 11:27 am #

    Ceritanya sangat mengharukan. Tidak menyangka bahwa akhirnya mereka berdua dipertemukan Allah SWT pada tempat yang indah, berupa surga Nya. Semoga kita termasuk diantara orang2 yang apabila meninggal dunia bisa khusnul khotimah seperti kedua orang tua pada cerita diatas. Amin

  11. setyantocahyo 26 Juni 2010 pada 11:48 am #

    amiin.
    semoga kita semua akan termasuk orang orang yang beruntung..

  12. ween 28 Juni 2010 pada 6:27 pm #

    alangkah indahnya
    perjalanan di dunia cuma mampir minum dapat kita manfaatkan untuk membawa bekal ke kampung halaman yang abadi

    semoga…………………..

  13. setyantocahyo 28 Juni 2010 pada 7:14 pm #

    amiin.
    smoga demikian bang ween… hidup yang sebentar ini bisa kita manfaatkan untuk berbuat amal kebaikan…
    sehingga kelak dikemudian hari kita akan memetik hasilnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pabrik tentang tempe

Kondisi produksi sehari-hari

PrimeEdges

Frames, Green, Rustle and Sweet Tea

CahayaCahya

Selalu bersinar, Selalu menerangi

Sepakbola & Kehidupan

"Menelaah hidup dari sepakbola...." (roysemut)

Ramlannarie's Blog::...

Iseng-iseng bermanfaat, bisa menambah sedikit ilmu, dan pengetahuan tentang pendidikan dan lainnya......

kelautaje

dan biarkanlah laut tetap membiru...

Info rumah & properti

Informasi rumah sekitar selatan jakarta, rumah jabodetabek, rumah minimalis, townhouse, rumah baru, rumah seken, rumah lokasi strategis, harga murah, harga terjangkau

Endahsetyolaras's Blog

Just another WordPress.com weblog

Sitsetsut's Blog

blog anak muda yang selalu ceria...

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

Mataku adalah Matamu

Balikpapan Tempat Cari Makan

LAMAN MENULIS GAYA SENDIRI G2

Menulis Untuk Perkongsian Bijak

Kang Arip - Gudang Ilmu

Sharing Ilmu - Diskusi Ilmu - Penyimpanan File

Just Share

Berbagilah selama Anda masih memiliki sesuatu untuk berbagi. Karena hidup ini akan terasa lebih indah jika setiap orang saling mengerti antara satu dengan yang lain..

Refleksi Sosial

Rosyidi Hamzah

Blog Fisika Pak Teguh Pekalongan

Berbagi Informasi tentang Media Pembelajaran Fisika, IPA, dan TIK

/jur·nal/

yang ditemui mata dan mengendap di pikiran

%d blogger menyukai ini: