Si Tukang Kayu…

29 Jun

Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun di sebuah perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut kepada pemilik perusahaan. Tentu saja , karena tak bekerja, ia kehilangan penghasilan bulanannya, tetapi keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.

Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada si tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah lagi untuk rumah pribadi.

Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Tapi sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan. Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia cuma menggunakan bahan-bahan sekedarnya.

Akhirnya selesailah rumah yang diminta. Hasilnya bukanlah sebuah rumah baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri karirnya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.

Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintainya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu. “Ini adalah rumahmu” katanya “hadiah dari kami”. Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesal. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.
………………………………………………………………………………………………………

Itulah yang terjadi dalam kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan. Lebih memilih berusha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik. Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup kita tidak memberikan yang terbaik. Pada akhir perjalanan, kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan kita hidup di dalam rumah yang kita ciptakan sendiri. Seandainya kita menyadari sejak semula, kita akan menjalani hidup ini dengan cara yang jauh berbeda.

Renungkanlah rumah yang kita bangun. Setiap hari kita memukul palu, memasang papan, mendirikan dinding dan atap. Mari kita selesaikan rumah kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakan sekali saja seumur hidup. Biarkan kita hanya hidup satu hari, maka dalam satu hari itu kita pantas untuk hidup penuh keagungan dan kejayaan.

Apa yang bisa diterangkan lebih jelas lagi. Hidup kita esok adalah akibat yang kita perbuat di hari ini. Hari perhitungan adalah milik Tuhan, bukan milik kita, karenanya pastikan kitapun akan masuk dalam barisan kemenangan.

============================================
sumber : Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi, 1001 kisah sumber inspirasi. Pp 97. Hafara

*ilustrasi gambar dari sini.

Iklan

14 Tanggapan to “Si Tukang Kayu…”

  1. kiminuklir 29 Juni 2010 pada 8:47 pm #

    subhanalloh…
    sangat berhikmah… ^^

  2. Usup Supriyadi 29 Juni 2010 pada 8:58 pm #

    maka, maskimal lah dalam berkarya…dan bekerja… ^^

    • setyantocahyo 30 Juni 2010 pada 12:57 am #

      thanks ya kang…..
      o iya….kode poss yg kang usup minta : 45171

  3. Adi 30 Juni 2010 pada 8:37 am #

    Dalam banget, memang kadang kita hanya bersungguh sungguh pada hal yang menguntUngkan kita,

    • setyantocahyo 30 Juni 2010 pada 9:12 am #

      thankyu mas adi…
      gimna adik nya sucses diterima di smp unggulan kan..?

      salam hangat buat keluarga…

  4. Ifan Jayadi 2 Juli 2010 pada 8:24 am #

    Mudah2an setiap harinya saya bisa berbuat yang terbaik dalam hidup sehingga hasil yang diperoleh pun baik juga. Amin 🙂

    • setyantocahyo 2 Juli 2010 pada 8:30 pm #

      mmg sebaiknya disetiap kita melakukn suatu pekerjaan , lakukan yang terbaik jangan melihat hasil pekerjaan itu nantinya untuk siapa.
      thanks mas ifan…yg sll setia berkunjung…

      salam hangat sll.

  5. bundadontworry 2 Juli 2010 pada 9:39 am #

    Intinya , apa yang kita tabur , itulah yang kita tuai.
    ketika kita menabur kebaikan, maka kitapun akan menuai kebaikan.
    kisah yang sangat mencerahkan,Mas Cahyo 🙂
    salam

    • setyantocahyo 2 Juli 2010 pada 8:36 pm #

      hehe…
      terima kasih bunda..yg sll setia berkunjung di blog yg sederhana ini…
      bunda mmg benar, apa yg kita tabur itu yang kita tuai.., smoga bisa menjadikan pelajaran buat kita semua…

      salam hangat sll.

  6. Ndra 4 Juli 2010 pada 9:08 am #

    Menginspirasi sekali kang, post artikel nya bagus2…

    Salam…

  7. winant 2 Agustus 2010 pada 6:11 pm #

    banyak dari kita bekerja dengan tendensi yang kurang tepat
    bukankah bekerja itu juga ibadah???
    seandainya si tukang kayu berpegang pada ini mungkin dia akan mendapatkan sesuatu yang belum pernah dia harapkan

    kisah yang penuh hikmah

    • setyantocahyo 3 Agustus 2010 pada 7:33 am #

      bener mas…
      mmg kebanyakan dari kita berpikir dangkal…, seandainya segala sesuatunya dipikir dg lebih panjang dan dalam tentu hasil akhirnya akan berbeda….

      salam hangat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pabrik tentang tempe

Kondisi produksi sehari-hari

PrimeEdges

Frames, Green, Rustle and Sweet Tea

CahayaCahya

Selalu bersinar, Selalu menerangi

Sepakbola & Kehidupan

"Menelaah hidup dari sepakbola...." (roysemut)

Ramlannarie's Blog::...

Iseng-iseng bermanfaat, bisa menambah sedikit ilmu, dan pengetahuan tentang pendidikan dan lainnya......

kelautaje

dan biarkanlah laut tetap membiru...

Info rumah & properti

Informasi rumah sekitar selatan jakarta, rumah jabodetabek, rumah minimalis, townhouse, rumah baru, rumah seken, rumah lokasi strategis, harga murah, harga terjangkau

Endahsetyolaras's Blog

Just another WordPress.com weblog

Sitsetsut's Blog

blog anak muda yang selalu ceria...

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

Mataku adalah Matamu

Balikpapan Tempat Cari Makan

LAMAN MENULIS GAYA SENDIRI G2

Menulis Untuk Perkongsian Bijak

Kang Arip - Gudang Ilmu

Sharing Ilmu - Diskusi Ilmu - Penyimpanan File

Just Share

Berbagilah selama Anda masih memiliki sesuatu untuk berbagi. Karena hidup ini akan terasa lebih indah jika setiap orang saling mengerti antara satu dengan yang lain..

Refleksi Sosial

Rosyidi Hamzah

Blog Fisika Pak Teguh Pekalongan

Berbagi Informasi tentang Media Pembelajaran Fisika, IPA, dan TIK

/se·na·rai/

yang ditemui mata dan mengendap di pikiran

%d blogger menyukai ini: