Bersiap Menghadapi Kehilangan…

3 Jul

Bila Anda siap MENDAPATKAN, sudahkan Anda juga siap KEHILANGAN?
Memang, ada beragam cara menyikapi kehilangan. Dari mulai marah-marah, menangis, protes pada takdir, hingga bunuh diri. Masih ingatkah Anda pada tokoh-tokoh ternama, yang tega membunuh diri sendiri hanya karena sukses mereka terancam pudar? Alkisah, seorang lelaki keluar dari pekarangan rumahnya, berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Sudah cukup lama ia menganggur.

Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Sementara para tetangganya sibuk memenuhi rumah dengan barang-barang mewah, ia masih bergelut memikirkan cara memenuhi kebutuhan pokok keluarganya sandang dan pangan.

Anak-anaknya sudah lama tak dibelikan pakaian, istrinya sering marah-marah karena tak dapat membeli barang- barang rumah tangga yang layak. Laki-laki itu sudah tak tahan dengan kondisi ini, dan ia tidak yakin bahwa perjalanannya kali inipun akan membawa keberuntungan, yakni mendapatkan pekerjaan. Ketika laki-laki itu tengah menyusuri jalanan sepi, tiba-tiba kakinya terantuk sesuatu. Karena merasa penasaran ia membungkuk dan mengambilnya.

“Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok- penyok,” gerutunya kecewa. Meskipun begitu ia membawa koin itu ke sebuah bank. “Sebaiknya koin ini Bapak bawa saja ke kolektor uang kuno,” kata teller itu memberi saran. Lelaki itupun mengikuti anjuran si teller, membawa koinnya ke kolektor. Beruntung sekali, si kolektor menghargai koin itu senilai 30 dollar.

Begitu senangnya, lelaki tersebut mulai memikirkan apa yang akan dia lakukan dengan rejeki nomplok ini. Ketika melewati sebuah toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu sedang diobral. Dia bisa membuatkan beberapa rak untuk istrinya karena istrinya pernah berkata mereka tak punya tempat untuk menyimpan jambangan dan toples. Setelah ia membeli lembaran kayu seharga 30 dollar, dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang. Di tengah perjalanan dia melewati bengkel seorang pembuat mebel. Mata pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu yang dipanggul lelaki itu. Kayunya indah, warnanya bagus, dan mutunya terkenal.

Kebetulan pada waktu itu ada pesanan mebel. Dia menawarkan uang sejumlah 100 dollar kepada lelaki itu. Terlihat ragu-ragu di mata laki-laki itu, namun pengrajin itu meyakinkannya dan dapat menawarkannya mebel yang sudah jadi agar dipilih lelaki itu. Kebetulan di sana ada lemari yang pasti disukai istrinya. Dia menukar kayu tersebut dan meminjam sebuah gerobak untuk membawa lemari itu. Dia pun segera membawanya pulang.

Di tengah perjalanan dia melewati perumahan baru. Seorang wanita yang sedang mendekorasi rumah barunya melongok keluar jendela dan melihat lelaki itu mendorong gerobak berisi lemari yang indah. Si wanita terpikat dan menawar dengan harga 200 dollar. Ketika lelaki itu nampak ragu-ragu, si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dollar. Lelaki itupun setuju. Kemudian mengembalikan gerobak ke pengrajin dan beranjak pulang.

Di pintu desa dia berhenti sejenak dan ingin memastikan uang yang ia terima. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dollar.

Pada saat itu seorang perampok keluar dari semak-semak,mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur. Istri si lelaki kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya seraya berkata, “Apa yang terjadi? Engkau baik saja kan? Apa yang diambil oleh perampok tadi?

Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, “Oh, bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi”.
……………………………………………………………………………

Memang, ada beragam cara menyikapi kehilangan. Semoga kita termasuk orang yang bijak menghadapi kehilangan dan sadar bahwa sukses hanyalah TITIPAN Allah. Benar kata orang bijak, manusia tak memiliki apa-apa kecuali pengalaman hidup. Bila kita sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan?

Ada kalimat yang saya suka sekali dalam menempatkan diri dalam kehidupan:

” Kemenangan Hidup bukan berhasil mendapat banyak, tetapi ada pada kemampuan menikmati apa yang didapat tanpa menguasai. ”HIDUPLAH SEPERTI ANAK-ANAK YANG DAPAT MENIKMATI TANPA HARUS MENGUASAI”

=====================================
Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi, 1001 Kisah Sumber Inspirasi, Idea Press, Yogyakarta. pp. 138. ISBN 978-6028-686-402.
…………………………………………………………………………….
* Ilustrasi gambar dari sini

Iklan

16 Tanggapan to “Bersiap Menghadapi Kehilangan…”

  1. bluethunderheart 3 Juli 2010 pada 11:18 am #

    menikmati sabtu d malam minggunya nanti
    ada sesuatu yang pada akhirnya blue harus mengatakan kalau postingan abang kali ini sangat memukau
    tanpa embel embel menggurui dan membosankan.Ada makna yang serta merta menggambarkan about perasaan yang dibaptiskan menjadi sebuah Kehilangan!

    dan abang sudah mendekati peragaman bentuk khas penulisan
    semoga selalu beragam dan memiliki kekhasan gaya abang nantinya.
    salam hangat dari blue

    dan siap siaplah untuk kehilangan seorang bluethunderheart

    • setyantocahyo 3 Juli 2010 pada 6:14 pm #

      Begitu menyayat baca kalimat bang blue yang terakhir…
      Mmg kita semua akan mengalami yag namanya kehilangan…
      Seolah bang blue akan melihat seperti apa keikhlasan itu…
      Sebagai insan hanya punya hak memohon..
      Tentang kehilangan itu jika bisa mohon diberikan yang terindah…
      Tentu tdk dlm cepat ini…
      Kucuran embun pelepas dahaga dari bang blue masih banyak yg mencari…
      Bang blue…
      Kehilangan itu hal yang tak bisa dihindarkan…
      Tapi alangkah indahnya jika semuanya telah selesai..
      Semoga Tuhan senantiasa melihat niatan kita…..
      Tentang anak2 manusia yang saling membutuhkan…
      Dan semoga …
      Tidak dlu memutuskan adanya “ kehilangan “ itu……

      Salam persahabatan……penuh kehangatan…

  2. Meidhy Aja 3 Juli 2010 pada 1:32 pm #

    kunjungan perdana…
    jarang ada orang yang bisa menerima kehilangan mas..
    kalau ada berarti orang tersebut sudah menguasai ilmu ikhlas yang sulit untuk dipelajari..

    http://Meidhyandarestablogme.wordpress.com

    • setyantocahyo 3 Juli 2010 pada 5:46 pm #

      mas Meidhi…trima kasih atas kunjungannya…

      mmg mas ilmu itu sulit sekali , tapi setidaknya kita sudah memulai tuk belajar..
      hanya orang yang sudah mencapai tingkatan ihsan lah yg benar 2 dpt menjalankan arti ikhlas yg sebenarnya….

      salam persahabatan.
      tukeran link ya mas…
      trims.

    • Red 5 Juli 2010 pada 10:08 am #

      seornag penulis pernah bilang ke saya mas… ikhlas itu harus spt BAB. Saya tanya kenapa, dia jawab: yah dong… kalu kita BAB kan kita ikhla bener itu ngelepasinnya? coba kalu situ gak ikhlas.. bisa repot kan? 😀

      *bener juga si teteh itu*

      • setyantocahyo 5 Juli 2010 pada 5:15 pm #

        hahaha….
        bnr jga tu…klau itu si ikhlas seikhlas2 nya…, alias ikhlas poll………..

        salam hangat buat bang red….

  3. Bangauputih 3 Juli 2010 pada 4:43 pm #

    nice post mas…
    salam kenal

    • setyantocahyo 3 Juli 2010 pada 5:14 pm #

      salam kenal kembali…
      thanks ya…atas kunjungannya…

      salam persahabatan.
      tuketran link ya…trims.

  4. Mila 4 Juli 2010 pada 6:56 pm #

    Kunjungan sore menjelang malam 🙂

  5. isnuansa 4 Juli 2010 pada 8:16 pm #

    Memang berat Mas, merasakan kehilangan, apalagi jika telah sempat memilikinya.

    Benar, memang harus ikhlas dan sadar bahwa itu semua adalah titipan sementara.

    • setyantocahyo 5 Juli 2010 pada 8:23 am #

      mbak isnuansa ..
      terima kasih atas kunjungannya…n salam kenal..

      maka berbahagialah orang yang sudah dapat mencapai ilmu ikhlas yg sebenarnya…

      salam hangat sll.

  6. setyantocahyo 4 Juli 2010 pada 8:48 pm #

    makasih mil…

    selamat berjuang dg TA nya ya mil…:D

    salam.

  7. Brotoadmojo 5 Juli 2010 pada 8:03 pm #

    jika kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan, kita harus mensyukuri apa yag kita peroleh…. (saat kita merasa memiliki sesuatu, maka kita akan merasakan kehilangan). terimakasih…

    • setyantocahyo 5 Juli 2010 pada 9:07 pm #

      mmg bersyukur dan sabar…adalah solusi yang paling tepat dalam kita menghadapi setiap kesulitan….

      terimakasih kembali mas…

  8. bundadontworry 5 Juli 2010 pada 10:18 pm #

    sampai sekarang hal ttg kehilangan inilah yg masih terus bunda upayakan benar2 bisa mengikhlaskannya.
    jadi ingat ketika ibu mertua bunda meninggal dunia, setelah 20 thn kami serumah, sampai saat inipun ( telah 4 thn beliau pergi) bunda masih sering merindukan beliau dan menangis .
    yang mampu bunda lakukan sampai saat ini hanya mengirimkan al-fathihah saja utk beliau.
    Ikhlas utk kehilangan memang tdk mudah.
    salam

  9. setyantocahyo 6 Juli 2010 pada 4:44 am #

    diantara beberapa jenis ujian dari Allah yang termasuk berat diantaranya adalah untuk bisa berlaku ikhlas…, disaat kita kehilangan apalagi kehilangan itu adalah sesuatu yang amat kita cintai, dulu tatkala nabi ibrahim as di uji untuk menyembellih putranya , putra yang yg sangat dicintainya.., gak kebayang harus menghilangkan orang terkasih dan musti dilakukan oleh tangan sendiri, dan itu mampu dilakukan oleh nabi Ibrahim as dan lulus…, barangkali ini bentuk keikhlasan yg paling tinggi sepanjang hayat…..
    subhanallah.

    salam hangat sll bun….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pabrik tentang tempe

Kondisi produksi sehari-hari

PrimeEdges

Frames, Green, Rustle and Sweet Tea

CahayaCahya

Selalu bersinar, Selalu menerangi

Sepakbola & Kehidupan

"Menelaah hidup dari sepakbola...." (roysemut)

Ramlannarie's Blog::...

Iseng-iseng bermanfaat, bisa menambah sedikit ilmu, dan pengetahuan tentang pendidikan dan lainnya......

kelautaje

dan biarkanlah laut tetap membiru...

Info rumah & properti

Informasi rumah sekitar selatan jakarta, rumah jabodetabek, rumah minimalis, townhouse, rumah baru, rumah seken, rumah lokasi strategis, harga murah, harga terjangkau

Endahsetyolaras's Blog

Just another WordPress.com weblog

Sitsetsut's Blog

blog anak muda yang selalu ceria...

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

Mataku adalah Matamu

Balikpapan Tempat Cari Makan

LAMAN MENULIS GAYA SENDIRI G2

Menulis Untuk Perkongsian Bijak

Kang Arip - Gudang Ilmu

Sharing Ilmu - Diskusi Ilmu - Penyimpanan File

Just Share

Berbagilah selama Anda masih memiliki sesuatu untuk berbagi. Karena hidup ini akan terasa lebih indah jika setiap orang saling mengerti antara satu dengan yang lain..

Refleksi Sosial

Rosyidi Hamzah

Blog Fisika Pak Teguh Pekalongan

Berbagi Informasi tentang Media Pembelajaran Fisika, IPA, dan TIK

/se·na·rai/

yang ditemui mata dan mengendap di pikiran

%d blogger menyukai ini: