MENUNDA PEKERJAAN = MENABUNG DERITA……

11 Jul

Assalamualaikum..
Sebelumnya ijinkkan saya mohon maaf kapada sahabat semua, kira kira sudah lima hari saya tidak sempat ngeblog dikarenakan kesibukan pekerjaan , oleh karena itu kepada sahabat semua saya ucapkan banyak terima kasih yang sudah berkunjung ke blog saya dan meninggalkkan koment 2 nya.., dan mohon di maaf jika pada kesempatan sekarang saya baru sempat membalas koment 2nya…
Yang kedua saya juga mohon maaf karena kesibukan belum sempat jga blog walking ke blog sahabat semua.., tapi percayalah saya sangat merindukan sahabat semua, makanya untuk kesempatan sekarang ini ijinkkan saya menjumpai sahabat semua dg postingan yang baru…., ok shbt semua……, sekarang langsung simak aja postingannya….

Mereka beriman kepada Allah dan Hari Akhirat mereka menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar dan bersegera kepada (mengerjakan) berbagai kebaikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh. (Ali Imron :114 )

”Salah Satu Kunci Sukses Dalam Hidup adalah Tidak Menunda Apa Yang Harus Di Lakukan Pada Saat Ini”

Bila kita tidak mampu menyelesaikan tugas dan kewajiban hari ini dengan baik. Sudah pasti esok kita tidak mampu menyelesaikannya.

Disebuah tempat kerja pemecahan batu. Ada seorang pekerja yang usianya jauh diatas pekerja lainnya. Kira-kira pekerja itu berusia enam puluhan tahun sementara lainnya hanya sekitar dua puluhan sampai tiga puluh tahun.

Untuk bekerja ditempat pemecahan batu dibutuhkan fisik dan tenaga yang prima karena pekerjaannya memang tergolong berat, sehingga tidak heran orang-orang yang bekerja masih relatif muda. Mengenai kakek yang berumur enam puluhan itu, dirinya memang berbeda dibandingkan dengan orang-orang yang seusia dengannya. Yang mungkin saat ini sudah pensiun. Walaupun tenaganya tidak sekuat para anak muda dan gerakan sedikit lamban namun dirinya selalu mampu menyelesaikan pekerjaan tepat waktunya bahkan sebelumnya, tak jarang pula dirinya selesai duluan dibandingkan dengan yang lainnya, sehingga keberadaannya disini tidak menjadi masalah bagi Sang majikan.

”Pak kita istirahat dulu, nanti kita baru bekerja lagi” Ujar seorang pemuda rekan kerja suatu hari. Hari masih cukup pagi dan bekerjapun belum terlalu lama.
”Aku harus menyelesaikan pekerjaan ini dulu” Jawab sikakek tanpa menghentikan gerakan palunya untuk memecahkan batu, kakek itu terus bekerja, sementara lainnya sudah asyik bercengkrama meninggalkan pekerjaan ditempat peristirahatan tanpa memperdulikan si kakek.

Akhirnya, pekerjaan yang di berikan oleh Sang majikan selesai juga dan sikakek pun menyusul yang lain ketempat berteduh untuk beristirahat. Peluh yang membasahi sekujur tubuhnya membuat sikakek mencopot topi capingnya untuk mengusir rasa gerah.

” Bapak kan sudah tua, buat apa sih bapak bekerja keras seperti ini”, Tanya salah satu pemuda begitu melihat si kakek yang sedang kehausan meneguk air.
”Kalian salah anak muda, bapak bukan bekerja keras tapi bapak hanya tidak ingin menunda pekerjaan” Jawab si kakek bijak.

”Yang namanya pekerjaan tidak akan pernah habis pak, sejak kita belum lahir sampai kita mati yang namanya pekerjaan tetap saja ada” kilah pemuda lainnya.
”Kali ini kamu benar, justru karena itu bapak tidak mau menunda-nunda pekerjaan yang sudah di percayakan kepada aku” Balas si kakek dengan tenang
”Kami tidak mengerti maksud bapak ?”

”Dulu gara-gara aku menunda-nunda membawa anakku yang sedang sakit ke tabib akhirnya ia meninggal. Waktu itu aku berpikir besok saja, toh hari ini masih baik-baik saja. Begitu besok tiba aku berpikir besok lagi karena hari ini juga masih baik-baik saja demikian seterusnya. Hingga pada akhirnya begitu memburuk kondisinya semuanya sudah terlambat” Ada cairan bening yang hampir terlepas dari kedua bola matanya.
”Setelah itu istriku pun meninggalkanku. Dia kecewa. Aku tahu aku bersalah dan ada keinginan untuk meminta maaf tapi selalu aku tunda dengan alasan untuk mencari waktu yang tepat hingga sekian puluh tahun dan istriku meninggal dan aku masih saja belum menyampaikan maafku” Si kakek melanjutkan penyesalannya, semua para pekerja yang masih muda itu terbengong-bengong mendengar curahan hati si kakek. Dan semuanya diam tidak bersuara.

”Satu lagi jauh sebelumnya anakku meninggal, aku tidak serius dalam bekerja sehingga tanggung jawab yang diberikan tidak pernah terpenuhi dan selalu saja ada alasan untuk menunda-nunda pekerjaan sehingga aku tidak pernah lama bekerja disatu tempat dan selalu di pecat”

”Aku menyesal atas kelalaianku dan aku baru sadar beberapa tahun yang lalu saat istriku meninggal, sejak saat itu aku berjanji kepada diri sendiri bahwa aku tidak akan menunda apapun dalam hidupku yang tersisa. Dan terbukti hidupku jauh lebih tenang setelah segala tanggung jawab yang dipercayakan telah aku selesaikan sesuai dengan waktunya”

Si kakek memang sedikit terlambat, namun dirinya telah memperbaiki kebiasaan buruknya. Dan pengalamannya pun dijadikan sebagai guru oleh rekan-rekannya yang masih muda. Sejak saat itu para pekerja tidak pernah buang-buang waktu lagi, untuk sesuatu yang tidak ada manfaatnya. Bahkan di saat si kakek belum selesai melakukan pekerjaannya, yang lain pun ikut membantu sebagai ungkapan terima kasih.

Bila kita mempunyai kesempatan untuk bekerja hari ini KERJAKANLAH Karena esok belum tentu ada kesempatan yang sama

”Waktu Bekerja Bagi Orang Malas Adalah Besok Dan Hari Ini Adalah Hari Liburnya”

Sahabat, waktu yang terus berputar dan tidak pernah berhenti sedetikpun, membuat kita banyak kehilangan karenanya, begitu kita tidak memanfaatkan dengan baik maka banyak peluang yang hilang. Maka dari itu, agar kita tidak kehilangan maka dalam melakukan apapun hendaknya diselesaikan sesegera mungkin atau tidak menunda-nunda suatu pekerjaan.

Pada saat kita menunda apa yang bisa dilakukan pada saat itu memang belum terasa efeknya, namun penyesalan sering datang sesudah itu. Misalnya anak sekolah yang menunda-nunda mengerjakan pekerjaan rumah sepulang sekolah dan lebih memilih bermain dan setelah itu kelelahan dan langsung tidur, esok hari dirinya harus menerima hukuman dari gurunya sebagai konsekwensi tidak mengerjakan pekerjaan rumah, para karyawan selalu menunda-nunda tugas yang diberikan akibatnya begitu waktu yang ditetapkan Sang pimpinan hampir sampai dirinya kewalahan dalam menyelesaikan sehingga tidak menutup kemungkinan banyak terjadi kesalahan, kalau sudah seperti itu sudah bisa dibayangkan akibatnya

Atau contoh lain yang lebih extreme, saat kita jatuh cinta kepada seseorang dan selalu menunda-nunda untuk mengungkapkannya kepada orang yang kita cintai. Akhirnya kita pun kehilangan saat kita mengetahui orang yang kita cintai telah bersama dengan orang lain. Atau saat kita mempunyai hutang kepada teman, begitu kita sudah ada kita tidak langsung membayarnya. Kita tidak tahu akan kehidupan ini, tiba-tiba kita meninggal, bukankah akan membawa hutang sampai ke alam kubur. Intinya menunda pekerjaan sama sekali tidak ada gunanya di Dunia dan Akhirat.

Setiap perkerjaan harus dipertanggungjawabkan, jika hari ini kita tidak menyelesaikan, tanggungjawab hari ini menjadi tanggungjawab besok ditambah tanggungjawab besok yang sesungguhnya dan seterusnya. Lama-lama akan menumpuk dan menjadi diluar kemampuan kita. Dan ketidakberdayaan itu adalah karena ulah kita sebagai pembuat masalah untuk diri sendiri.

Orang yang suka menunda pekerjaan tidak terbentuk begitu saja tetapi melewati proses dari kecil, kemudian menjadi kebiasaan, oleh karena itu bagi orang tua jangan memberi contoh atau membiarkan anak-anak yang suka menunda-nunda pekerjaan. Pekerjaan yang dimaksud disini secara global termasuk di dalamnya aktivitas-aktivitas kemanusiaan, janji kepada orang lain, beribadah kepada yang Kuasa dan lain sebagainya.

Dan sebagai pribadi yang sudah bisa berpikir kita juga harus berdisiplin untuk membiasakan diri tidak menunda-nunda sesuatu yang harus segera kita kerjakan, selain kita berkewajiban kepada orang lain dan Tuhan, kita juga berkewajiban untuk menyenangkan diri sendiri. Kita membutuhkan waktu untuk diri kita sendiri, entah itu sekedar santai ataupun tidur. Namun alangkah lebih baik kalau kita menyelesaikan dulu tanggungjawab kita kepada pihak lain kemudian baru untuk diri sendiri

Coba mana yang lebih menyenangkan ? Disela-sela kita sedang mengerjakan sesuatu tugas terus mengambil sebagian waktu untuk bersantai atau kita menyelesaikan tugas terlebih dahulu baru bersantai,

Jangan menciptakan beban yang sesungguhnya tidak perlu yang justru akan membuat menyesal di hari esok. Selesaikanlah tanggungjawab sesuai dengan waktunya, jangan ada kata ”NTAR” atau ”BESOK” tapi kerjakan sekarang juga. Menyelesaikan suatu perkerjaan memang harus dengan skala prioritas namun bukan berarti membiarkan pekerjaan lain menunggu untuk diselesaikan.

Jadi Kalau Kita MENUNDA AMAL bisa jadi akan MEMPERBESAR API NERAKA KITA, oleh karena itu mari segera padamkan Api Neraka Kita dengan Sedekah, http://www.facebook.com/l/6db28;www.rumah-yatim-indonesia.org

*Ilustrasi gambar dari sini

Iklan

23 Tanggapan to “MENUNDA PEKERJAAN = MENABUNG DERITA……”

  1. Adi 12 Juli 2010 pada 5:04 am #

    Setuju!! Karena semakin menumpuk jadi semakin berat dan tidak akan terselesaikan!

  2. fara 12 Juli 2010 pada 9:08 am #

    huuwwaaaa
    bener banget pak,
    saya lagi belajar tidak menabung derita lagi, dengan manajemen waktu yang baik dan targetan yang musti dicapai tiap harinya..
    makasi sudah diingatkan pak 🙂

  3. rumahsehatafiat 12 Juli 2010 pada 11:41 am #

    menunda pekerjaan, akan menambah pekerjaan baru. dan pekerjaan akan semakin bertambah. jadi sudah sepatutnya dikerjakan secepatnya. Biar tidak menambah beban pekerjaan

    • setyantocahyo 12 Juli 2010 pada 8:30 pm #

      benar pak..
      dg managemen waktu yg baik dan terencana akan menjadikan pekerjaan menjadi lebih baik .

      salam.

  4. Luvena 12 Juli 2010 pada 9:20 pm #

    Kerjakan yang paling mungkin dan paling perlu dikerjakan saat ini hingga kita tidak perlu melakukan yang tidak mungkin dilakukan untuk masa depan . . .

    • setyantocahyo 13 Juli 2010 pada 12:11 pm #

      tepat sekali…
      mmg setiap kali kita akan mengerjakan sesuatu harus pakai skala prioritas…, mana yg lebih dahulu..

      salam.

  5. kang ian 12 Juli 2010 pada 11:30 pm #

    waduh jadi malu ni saya pak ^^ merasa soalnya hehe
    makasih y pak sudah mengingatkan 😀
    salam

  6. gerhanacoklat 13 Juli 2010 pada 2:00 pm #

    setuju!
    garagara nunda terus benerin hape ke service center di taman anggrek jadi udah tutup deh trus aku harus ke roxymas 😦

    *curhat* 😀

  7. berandalcinta 14 Juli 2010 pada 12:04 am #

    kerjakanlah sebuah pekerjaan itu sebelum semuanya menjadi belenggu dalam diri kita…!!

    • setyantocahyo 14 Juli 2010 pada 8:23 am #

      wah setuju sekali…
      mmg seharusnya demikian..

      salam.

  8. Rina 14 Juli 2010 pada 1:19 pm #

    wahh….saya sering menunda komen mas…
    baca hari ini, kadang ga ingat untuk komen…eh malah komen besoknya…apa termasuk menabung derita juga ga ya?hehe

    Kata andrie wongso, “Suka menunda bukanlah penyakit keturunan, tetapi penyakit mental–hasil dari kebiasaan yang sengaja dibiarkan berjalan. Untuk bebas dari penyakit menunda, tidak ada cara yang paling efektif, kecuali harus “tegas” dan “keras” pada diri sendiri! “

  9. setyantocahyo 14 Juli 2010 pada 9:44 pm #

    benar hrs keras dan tegas pada diri sendiri.., sebab kalau tidak penyakit malas yang akan menggantikannya.

  10. z4nx 14 Juli 2010 pada 10:03 pm #

    saya suka bahasan ni, judulnya bisa jadi brand.
    kalo saya simpel aja, apa yang bisa dikerjakan saat ini, kerjakanlah..

    • setyantocahyo 15 Juli 2010 pada 12:10 am #

      benar mas…
      kalau bisa sekarang kenapa harus tunggu besok , begitu kan??

    • setyantocahyo 15 Juli 2010 pada 12:11 am #

      benar mas…
      kalau bisa sekarang kenapa harus tunggu besok , begitu kan??

      salam kenal

  11. nh18 15 Juli 2010 pada 9:53 am #

    Jangan tunda amalan …
    yang bisa kita lakukan sekarang …
    lakukan sekarang

    Topiknya menggelitik pak

    Salam saya Pak Cahyo

  12. setyantocahyo 15 Juli 2010 pada 5:51 pm #

    terima kasih bang…
    mmg pekerjaan kenapa harus ditunda , jika bisa dilakukan sekarang…

    salam kembali dri sya bang…

  13. bundadontworry 16 Juli 2010 pada 2:19 pm #

    Gak apa apa kok,Mas Cahyo.
    kita juga ngerti kalau kesibukan di dunia nyata hrs didahulukan, yg penting Mas Cahyo selalu jaga kesehatan ya 🙂

    Alhamdulillah, tiap kali bunda kesini selalu mendapatkan pencerahan yg menenangkan jiwa dan bermanfaat sekali bagi diri sendiri.
    Semoga Mas Cahyo gak bosan2 ya utk terus berbagi, dan saling mengingatkan
    salam

    • setyantocahyo 16 Juli 2010 pada 10:10 pm #

      terima kasih bunda…
      memang yang namanya pekerjaan jika pas menumpuk kita harus bijak untuk membuat skala prioritas…, terkadang pula sudah begitu kita masih terkendala dengan waktu…, tapi Alhamdulillah bunda, berkat Allah SWT yang begitu besar rahmatNya sll berupa kesehatan dan kesempatan sehingga semua itu bisa diselesaikan.
      terima kasih ya bunda yg tak bosan2 nya bekunjung ke blog yg sederhana ini, dan smoga tali silaturahmi akan sll terjalin selamanya ….amiin.

      salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pabrik tentang tempe

Kondisi produksi sehari-hari

PrimeEdges

Frames, Green, Rustle and Sweet Tea

CahayaCahya

Selalu bersinar, Selalu menerangi

Sepakbola & Kehidupan

"Menelaah hidup dari sepakbola...." (roysemut)

Ramlannarie's Blog::...

Iseng-iseng bermanfaat, bisa menambah sedikit ilmu, dan pengetahuan tentang pendidikan dan lainnya......

kelautaje

dan biarkanlah laut tetap membiru...

Info rumah & properti

Informasi rumah sekitar selatan jakarta, rumah jabodetabek, rumah minimalis, townhouse, rumah baru, rumah seken, rumah lokasi strategis, harga murah, harga terjangkau

Endahsetyolaras's Blog

Just another WordPress.com weblog

Sitsetsut's Blog

blog anak muda yang selalu ceria...

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

Mataku adalah Matamu

Balikpapan Tempat Cari Makan

LAMAN MENULIS GAYA SENDIRI G2

Menulis Untuk Perkongsian Bijak

Kang Arip - Gudang Ilmu

Sharing Ilmu - Diskusi Ilmu - Penyimpanan File

Just Share

Berbagilah selama Anda masih memiliki sesuatu untuk berbagi. Karena hidup ini akan terasa lebih indah jika setiap orang saling mengerti antara satu dengan yang lain..

Refleksi Sosial

Rosyidi Hamzah

Blog Fisika Pak Teguh Pekalongan

Berbagi Informasi tentang Media Pembelajaran Fisika, IPA, dan TIK

/se·na·rai/

yang ditemui mata dan mengendap di pikiran

%d blogger menyukai ini: