Menunda Kematian…..

14 Jul

Sahabat, sebelum membaca kisah dibawah ini coba simak ayat berikut :

“ Hai orang-orang yang beriman, Berinfaqlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan yang akrab dan tidak ada lagi syafaat. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang lalim”.( Al-Baqoroh : 254 )

Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke, sudah 7 malam dirawat di RS di ruang ICU.Tubuhnya terbujur tak berdaya. Samar-samar dia melihat dokter yang merawatnya berbicara kepada istrinya. Dia tidak paham yang mereka bicarakan.Dokter itu menggelengkan kepalanya, kemudian istrinya terlihat sedih sambil memandangnya. Kemudian dia tak sadarkan diri.

Tepat pukul 24.00, saat orang-orang terlelap . Dia melihat sesosok bayangan terang. Sesosok itu menatapnya dingin.

” Aku adalah malaikat maut …” katanya datar. Malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya.

” Aku hanya memberi kabar padamu, Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan tetap hidup. Tapi jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia ! ”

“Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang …” kata si pengusaha ini dengan yakinnya. Setelah itu Malaikat pun pergi dan akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.

Keesokan harinya, Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, “Apakah besok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit.”

Malaikat itu menjawab, “aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktumu tinggal 1 jam lagi, rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu.”

Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha, si Malaikat menunjukkan layar besar mirip layar bioskop dan menunjukkan siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya.

Di layar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra-putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka.

Kata Malaikat, “Aku beritahu, kenapa Tuhan memberikanmu kesempatan kedua ?? Itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu.”

Kembali terlihat di mana si istri sedang berdoa jam 2:00 subuh,

“Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar di hadapanMu. Tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah dan hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri.” Dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat.

Melihat peristiwa itu, tanpa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini . . . timbul penyesalan bahwa selama ini dia bukanlah suami yang baik dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya, dan malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.

Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini, penyesalan yang luar biasa tapi waktunya sudah terlambat! Ternyata sampai menit terakhir belum ada lagi orang yang mendoakannya…

Dengan setengah bergumam dia bertanya, “Apakah di antara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?”

Jawab si Malaikat, “Ada beberapa yang berdoa buatmu ketika mereka menjenguk tapi mereka tidak tulus, bahkan ada yang hatinya berbisik mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini..

Itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik, bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah. Engkaupun tidak pernah peduli terhadap penderitaan orang-orang di sekitarmu”

Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia, tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam. Dan sadarlah bahwa dia memang orang yang tidak pernah peduli dan memiliki perhatian yang tulus kepada orang lain. Bagaimana mungkin orang lain tulus mendoakannya ??

Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.

Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata, ” Selamat. Tuhan memerintahkanku menunda kematianmu ! Kau tidak jadi meninggal, karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00.”

Dengan terheran-heran dan tidak percaya,si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.

“Bukankah itu Panti Asuhan?” kata si pengusaha pelan.

“Benar, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri.”

“Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU, setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu.”

Saudaraku, Ketika kita sakit, atau meninggal dunia…
berapa banyak orang yang benar-benar peduli dan tulus mendoakan kita ?

Dari Ibnu Umar bahwa seorang lelaki mendatangi Nabi saw dan berkata,”Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling diicintai Allah ? dan amal apakah yang paling dicintai Allah swt?”

Rasulullah saw menjawab,”Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat buat manusia dan amal yang paling dicintai Allah adalah kebahagiaan yang engkau masukkan kedalam diri seorang muslim atau engkau menghilangkan suatu kesulitan atau engkau melunasi utang atau menghilangkan kelaparan.

Dan sesungguhnya aku berjalan bersama seorang saudaraku untuk (menuaikan) suatu kebutuhan lebih aku sukai daripada aku beritikaf di masjid ini—yaitu Masjid Madinah—selama satu bulan.

Dan barangsiapa yang menghentikan amarahnya maka Allah akan menutupi kekurangannya dan barangsiapa menahan amarahnya padahal dirinya sanggup untuk melakukannya maka Allah akan memenuhi hatinya dengan harapan pada hari kiamat.

Dan barangsiapa yang berjalan bersama saudaranya untuk (menunaikan) suatu keperluan sehingga tertunaikan (keperluan) itu maka Allah akan meneguhkan kakinya pada hari tidak bergemingnya kaki-kaki (hari perhitungan).” (HR. Thabrani)

* Hadits ini dihasankan oleh Syeikh al Albani didalam kitab “at Targhib wa at Tarhib” (2623)

sumber : http://www.facebook.com/www.rumah-yatim-indonesia.org

Iklan

24 Tanggapan to “Menunda Kematian…..”

  1. Adi 15 Juli 2010 pada 4:46 am #

    Wah, aku haru membaCanya, nice posting, benar2 membuat kita berusaha buat berbuat baik, terimakasiH

    • setyantocahyo 15 Juli 2010 pada 8:32 am #

      begitulah mas Adi yg namanya kehidupan.., terkadang kita dah merasa super.., padahal dihadapan Allah kita tak ada apa apanya….

      salam .

      • Jabon 21 Juli 2010 pada 11:42 am #

        saya pernah mendengar kalo amal yang akan diterima adalah yang di sertai ikhlas, jadi berapa besarpun amal kalo hanya untuk popularitas maka hanya akan seperti debu yang tertiup angin…

      • setyantocahyo 23 Juli 2010 pada 8:50 pm #

        tepat sekali…
        mending amalan sedikitdemi sedikit yang penting benar benar ikhlas….

        terima kasih atas kunjungannya…
        n salam kenal.

  2. Usup Supriyadi 15 Juli 2010 pada 12:52 pm #

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Abu Cahyo -semoga selalu dalam kasih rahmat Allah-

    Sebuah hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas radhyallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda yang maksudnya :

    “Bahwa malaikat maut memperhatikan wajah manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari. Ketika Izrail datang merenung wajah seseorang, didapati orang itu ada yang gelak-ketawa. Maka berkata Izrail : Alangkah herannya aku melihat orang ini, sedangkan aku diutus oleh Allah Taala untuk mencabut nyawanya, tetapi dia masih berhura-hura dan bergelak-tawa.”

    Manusia tidak akan sadar bahwa dirinya senantiasa diperhatikan oleh malaikat maut, kecuali orang-orang soleh yang sentiasa mengingati mati. Golongan ini tidak lalai dan senantiasa sadar terhadap kehadiran malaikat maut, karena mereka senantiasa meneliti hadis-hadis Nabi s.a.w yang menjelaskan mengenai perkara-perkara ghaib, terutama mengenai hal ihwal mati dan hubungannya dengan malaikat maut.

    Meski pun mata manusia hanya mampu melihat benda yang nyata, tidak mungkin dapat melihat kehadiran malaikat maut itu. Namun pandangan mata hati mampu melihat alam ghaib, yaitu memandang dengan keyakinan iman dan ilmu.

    Tidak ramai manusia yang mengaitkan kematian itu dengan kehadiran malaikat maut yang datang tepat pada saat ajal seseorang sudah sampai, sedangkan malaikat maut senantiasa berada di sekeliling manusia, mengenal-pasti memerhatikan orang-orang yang hayatnya sudah tamat.

    Sesungguhnya malaikat maut menjalankan perintah Allah SWT dengan tepat dan sempurna, dia tidak diutus hanya untuk mencabut roh orang sakit saja, ataupun roh orang yang mendapat kecelakaan dan malapetaka. Jika Allah SWT menetapkan kematian seseorang ketika tertimpa kemalangan, atau ketika diserang sakit keras, maka Izrail mencabut roh orang itu ketika kejadian tersebut.

    Namun ajal tidak mengenal orang yang sehat, ataupun orang-orang kaya yang sedang hidup mewah dibuai kesenangan. Malaikat maut datang tepat pada waktunya tanpa mengira orang itu sedang ketawa riang atau mengerang kesakitan. Bila ajal mereka sudah tiba, maka kematiannya tidak akan tertangguh walau hanya sesaat.

    “Tiap-tiap umat mempunyai ajal, maka apabila telah datang ajalnya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) mempercepatnya.” (Surah Al-A’raf ayat 34)

    Wa Allahu A’lam

    Yang dapat saya ambil dari kisah diatas adalah, harusnya ikhlas dalam beramal saleh…dan menjalin persaudaraan yang berlandaskan dengan aqidah Islamiyah

  3. setyantocahyo 15 Juli 2010 pada 5:46 pm #

    maka sebagai manusia hendaknya kita selalu pasrah kepada Allah , dengan memperbanyak amal ibadah..,sehingga sewaktu waktu sang malaikat maut datang menjemput kita sudah siap sedia meyambut kedatangannya…
    Allah Yang maha Mengetahui segala sesuatunya…
    semoga kita termasuk golongan orang orang yang sll diberikan kepasrahan…amiiin.

  4. Rumah-sehat afiat 16 Juli 2010 pada 10:51 am #

    Membaca ini aku seperti di majelis taklim , benar-benar membuat diri ini sedih dan haru.pelajaran untuk kita semua dan membangun kebersamaan dengan beragam karakter dan kalangan. mulai saat ini mari kita merasakan kedukaan saudara kita dengan membantunya. dengan hal yang kecil ataupun besar.

    Bila berminat buku Smart healing silahkan kontak cs http://rumahsehatafiat.wordpress.com/about/ , Buku Smart healing di Toko Buku gramendia sudah habis pak.

    • setyantocahyo 16 Juli 2010 pada 10:17 pm #

      benar sekali pak..
      dengan membangun kebersamaan menambah kita semakin kaya…
      kaya akan teman, kaya ilmu…
      rasanya hidup ini akan tambah bermakna jika kita sll membangun kebersamaan, apa yg bisa kita lakukan…. lakukanlah…
      meski hanya sebesar biji sawi jika itu bermanfaat untuk banyak orang kenapa tidak…

      salam persahabatan

  5. bundadontworry 16 Juli 2010 pada 2:15 pm #

    betapa beruntungnya sang pengusaha, masih di beri kesempatan sembuh dan memperbaiki semua kekuurangan dan dosa2nya.
    Betapa dalam arti dr kisah ini,jika saja kita semua diberi kesempatan seperti itu.
    Terimakasih telah mengingatkan bunda melalui kisah ini.
    salam

    • setyantocahyo 16 Juli 2010 pada 9:49 pm #

      Begitulah bunda kita sebagai sesama muslim bisanya haya saling mengingatkan…
      Kita semua , saya khususnya masih dalam proses belajar dan akan terus belajar mengenai kehidupan…
      Semoga kita semua senantiasa mendapat hidayah dari Allah SWT, untuk terus ,menyambung tali silaturahmi dan saling ingat mengingatkan….amiin.

      Salam .

  6. teguhsasmitosdp1 16 Juli 2010 pada 10:15 pm #

    Harusnya setelah sembuh pengusaha itu berterima kasih kepada wartawan yang memuat di koran sehingga anak yatim membacanya dan akhirnya mendoakan dirinya ya Pak ?

    • setyantocahyo 17 Juli 2010 pada 3:18 pm #

      benar mas terkadang kita tidak menyangka siapa orang yang paling berjasa pada diri kita, sementara kita sibuk menghitung ttg kebaikan kita kepada orang lain, dengan cerita diatas smoga membuat kita semua jadi tertsadar akan maknanya keiikhlasan….

      terima kasih atas kunjungannya dan salam kenal.

  7. M Mursyid PW 16 Juli 2010 pada 11:06 pm #

    Mencerahkan, Mas.
    Thanks telah berbagi!

    • setyantocahyo 17 Juli 2010 pada 3:33 pm #

      sama sama pak guru…

      oya selamat berkarya di th ajaran baru pak…

      salam.

  8. kiminuklir 17 Juli 2010 pada 7:08 am #

    Maha Suci Alloh yang hingga detik ini masih berkenan menutupi aib-aib kita yg menggunung…
    Maha Suci Alloh yang di atas segala kekotoran diri kita masih melimpahkan kasih sayangnya…
    Semoga kita tidak termasuk yang menyia-nyiakan semua itu…

    • setyantocahyo 17 Juli 2010 pada 3:36 pm #

      smoga kita sll ingat dan bbersyukur atas nikmat dan hidayahNya…amiin.

      salam kenal.

  9. Rosyidi Hamzah 17 Juli 2010 pada 10:39 pm #

    Sebuah cerita yang menggugah jiwa, dan membuat kita terpanggil untuk selalu membuat kebajikan selama hayat masih di badan,,,terima kasih buat cerita inspirasinya Mas,,,,,,mudah2an menjadi amal kebajikan,,aminnnn

    Salam Kenal,,,,

    • setyantocahyo 18 Juli 2010 pada 6:14 pm #

      terima kasih pak atas kunjungannya…
      dan smoga tulisan diatas bermanfaat buat kita semua…

      salam kenal kembali.

  10. NoRLaNd 18 Juli 2010 pada 12:37 am #

    jika memang seorang manusia diberikan kesempatan kedua, apakah dia akan menerima nya, atau menyangsikan kesempatan tersebut… ?!

    • setyantocahyo 18 Juli 2010 pada 8:42 pm #

      yang benar ttu menerimanya sebab kesempatan berikutnya kita tdk tahu apakah masih ada atau tidak, semoga kita trmasuk orang yg pandai nmenggunakan setiap kesempatan amiin.

      salam kenal.

  11. winant 18 Juli 2010 pada 12:53 pm #

    menghargai manusia dengan hati
    menghargai manusia dengan ketulusan
    menghargai manusia dengan keiklasan
    akan lebih bermanfaat daripada sekedar kita menggaji
    sekedar kita menghitung hari kerja orang lain dan menggantinya dengan hitungan uang

    • setyantocahyo 18 Juli 2010 pada 8:50 pm #

      penghargaan nurani ternyata lebih bermakna dari pada sekedar materi ya mas…?

      salam hangat sll.

  12. kang ian 20 Juli 2010 pada 6:15 pm #

    hiks jadi sedih ya pak..duh siapa yah orang yang selama ini menyayangi saya..kalaupun sakit saya sendirian..hihi
    makasih y pak atas sharenya ^^

  13. setyantocahyo 20 Juli 2010 pada 7:34 pm #

    iya…
    sama sama ya kang…

    salam..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pabrik tentang tempe

Kondisi produksi sehari-hari

PrimeEdges

Frames, Green, Rustle and Sweet Tea

CahayaCahya

Selalu bersinar, Selalu menerangi

Sepakbola & Kehidupan

"Menelaah hidup dari sepakbola...." (roysemut)

Ramlannarie's Blog::...

Iseng-iseng bermanfaat, bisa menambah sedikit ilmu, dan pengetahuan tentang pendidikan dan lainnya......

kelautaje

dan biarkanlah laut tetap membiru...

Info rumah & properti

Informasi rumah sekitar selatan jakarta, rumah jabodetabek, rumah minimalis, townhouse, rumah baru, rumah seken, rumah lokasi strategis, harga murah, harga terjangkau

Endahsetyolaras's Blog

Just another WordPress.com weblog

Sitsetsut's Blog

blog anak muda yang selalu ceria...

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

Mataku adalah Matamu

Balikpapan Tempat Cari Makan

LAMAN MENULIS GAYA SENDIRI G2

Menulis Untuk Perkongsian Bijak

Kang Arip - Gudang Ilmu

Sharing Ilmu - Diskusi Ilmu - Penyimpanan File

Just Share

Berbagilah selama Anda masih memiliki sesuatu untuk berbagi. Karena hidup ini akan terasa lebih indah jika setiap orang saling mengerti antara satu dengan yang lain..

Refleksi Sosial

Rosyidi Hamzah

Blog Fisika Pak Teguh Pekalongan

Berbagi Informasi tentang Media Pembelajaran Fisika, IPA, dan TIK

/se·na·rai/

yang ditemui mata dan mengendap di pikiran

%d blogger menyukai ini: