Bagaimana bersikap tidak cengeng….

20 Jul

Seorang ibu menyuruh seorang anaknya membeli sebotol penuh minyak. Ia memberikan sebuah botol kosong dan uang sepuluh rupee. Kemudian anak itu pergi membeli apa yang diperintahkan ibunya. Dalam perjalanan pulang, ia terjatuh. Minyak yang ada di dalam botol itu tumpah hingga separuh. Ketika mengetahui botolnya kosong separuh, ia menemui ibunya dengan menangis, “Ooo… ibu, saya kehilangan minyak setengah botol! Saya kehilangan minyak setengah botol!” Ia sangat bersedih hati dan terus menerus murung. Tampaknya ia memandang kejadian itu secara negatif dan pesimis.

Kemudian, ibu itu menyuruh anaknya yang lain untuk membeli sebotol minyak. Ia memberikan sebuah botol dan uang sepuluh rupee lagi. Kemudian anaknya pergi. Dalam perjalanan pulang, ia juga terjatuh. Dan separuh minyaknya tumpah. Ia memungut botol dan mendapati minyaknya tinggal separuh. Ia pulang dengan wajah berbahagia. Ia berkata pada ibunya, “Ooo… ibu saya tadi terjatuh. Botol ini pun terjatuh dan minyaknya tumpah. Bisa saja botol itu pecah dan minyaknya tumpah semua. Tapi, lihat, saya berhasil menyelamatkan separuh minyak.” Anak itu tidak bersedih hati, malah ia tampak berbahagia. Anak ini tampak bersikap optimis atas kejadian yang menimpanya.

Sekali lagi, ibu itu menyuruh anaknya yang lain untuk membeli sebotol minyak. Ia memberikan sebuah botol dan uang sepuluh rupee. Anaknya yang ketiga pergi membeli minyak. Sekali lagi, anak itu terjatuh dan minyaknya tumpah. Ia memungut botol yang berisi minyak separuh dan mendatangi ibunya dengan sangat bahagia. Ia berkata, “Ibu, saya menyelamatkan separuh minyak.”
Tapi anaknya yang ketiga ini bukan hanya seorang anak yang optimis. Ia juga seorang anak yang realistis.
Dia memahami bahwa separuh minyak telah tumpah, dan separuh minyak bisa diselamatkan. Maka dengan mantap ia berkata pada ibunya, “Ibu, aku akan pergi ke pasar untuk bekerja keras sepanjang hari agar bisa mendapatkan lima rupee untuk membeli minyak setengah botol yang tumpah. Sore nanti saya akan memenuhi botol itu.”

Sahabat, apapun bentuk kepemilikan yang ada ditangan kita, harta, rumah, kendaraan, jabatan, perusahaan, Ilmu, Waktu, anak2 dan istri2 yang kita cintai pada saat yang telah ditetapkan nati PASTI AKAN LENYAP dari tangan kita. Maka kehilangan salah satu diantaranya atau seluruhnya janganlah dianggap sebagai musibah yang akan menghentikan langkah kita untuk terus ber-KARYA PRESTATIF (beramal sholeh). karena semua duniawi yang telah lepas dari tangan kita itu masih bisa dicari lagi dengan kesungguhan dan optimisme.

Maka sangatlah rugi jika segala kepemilikan kita itu lenyap begitu saja tanpa bekas, disaat kita sebelum sempat kita MENGABADIKANNYA.

Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. ( Q.S.An-Nahl :96 )

WAKAF dan SEDEKAH Kitalah yang akan MENGABADIKAN segala KEPEMILIKAN kita. http://www.facebook.com/l/21d5e7JP7lNJyS8iimHTofmfiaQ;www.rumah-yatim-indonesia.org/

*Ilustrasi gambar dari sini

Iklan

23 Tanggapan to “Bagaimana bersikap tidak cengeng….”

  1. M Mursyid PW 21 Juli 2010 pada 1:37 am #

    Bener banget, Mas.
    Kalau kita amati dengan seksama, sebagian dari kita sudah dirasuki faham materialistis/individualis.

    • setyantocahyo 23 Juli 2010 pada 8:59 pm #

      hehe…kayaknya benar jg tu pak…
      makanya pentingnya nilai2 agama , tuk membendung semua itu….

      salam.

  2. Adi 21 Juli 2010 pada 4:11 am #

    Segalanya hanya titipan, dan akan kembali kepadaNya,

    • setyantocahyo 23 Juli 2010 pada 9:02 pm #

      ibarat tukang parkir…, mobil bagus2 tapi punya orang …klau dah di ambil ma yg punya , kita tak punya apa2…
      itu contoh riilnya mas ….
      hehe…

      salam.

  3. Bangauputih 21 Juli 2010 pada 2:35 pm #

    nice post,
    salam kenal 🙂

    • setyantocahyo 21 Juli 2010 pada 8:51 pm #

      terima kasih atas kunjungannya …

      dan salam kenal kembali …

  4. berandalcinta 22 Juli 2010 pada 2:34 am #

    wah…makin mantap aj mas, sungguh cerita yg penuh makna tuk kita renungkan..!!

  5. fara 22 Juli 2010 pada 6:41 am #

    iyyaa pak, harus optimis realistis dan jelas arah tujuan kita 🙂

    • setyantocahyo 23 Juli 2010 pada 8:55 pm #

      mmg hidup harus punya arah tujuan yg jelas…, sebab kalau tidak nanti spt pepatah” bagai air didaun talas……”

      trims ya fara…
      salam hangat sll.

  6. massigit 24 Juli 2010 pada 9:39 am #

    Harta di dunia hanya titipan tidak akan abadi, janganlah mendewakannya..

    • setyantocahyo 24 Juli 2010 pada 6:03 pm #

      terima kasih atas kunjungannya…

      sala kenal.
      tukeran link ya mas…

  7. bluethunderheart 24 Juli 2010 pada 10:34 am #

    senang selalu membaca artikelmu,bang
    p cabar
    salam hangat dari blue

    • setyantocahyo 24 Juli 2010 pada 6:08 pm #

      hai bang …
      wah lama jga ya ga kontak…
      dah kangen neh..hehehe…

      salam hangat kembali bang…

  8. enfires 24 Juli 2010 pada 11:23 pm #

    mangstab bang… nice posting.. 🙂
    slam knal aja…

    • setyantocahyo 25 Juli 2010 pada 1:01 am #

      terima kasih atas kunjungannya..
      dan salam kenal kembali..

  9. bundadontworry 30 Juli 2010 pada 7:05 am #

    tetap mensyukuri apa yang telah ada di tangan kita, mungkin itulah yg menjadikan kita tetap optimis dan selalu berharap yg terbaik, krn belajar dr pengalaman.
    terimakasih Mas Cahyo utk kisah yg penuh hikmah ini.
    salam

    • setyantocahyo 30 Juli 2010 pada 10:44 pm #

      benar bunda.., hidup terasa tenang jika kita berusaha mensyukuri apa yang ada..

      salam hangat

  10. nh18 1 Agustus 2010 pada 6:58 pm #

    Saya membaca dua tiga kali nih pak …
    sebuah perenungan yang inspiratif

    thanks pak Cahyo

    • setyantocahyo 3 Agustus 2010 pada 7:18 am #

      jika hidup ini penuh dengan perjuangan , maka yg kita perlukan adalah jiwa semangat untuk menghadapinya…
      bukannya begutu bang …?

      salam hangat sll …

  11. kangmas ian 3 Agustus 2010 pada 6:32 pm #

    keren pak 🙂
    alhamdulillah memang banyak kehilangan yang mungkin terjadi sama diri kita tapi andaikan saja kita optimis melaluinya, insya alloh semuanya aman-aman saja ^^

    • setyantocahyo 4 Agustus 2010 pada 2:31 pm #

      barangkali kuncinya ikhlas ya kang….?

      salam.

Trackbacks/Pingbacks

  1. dblogger, rindukah kalian? « gerhana coklat - 23 Juli 2010

    […] kak zee, mas eko, julianus, kang komuter, yuni, lampu dan mentol, imam, bang Je, bang gaelby, mas cahyo, aguest, wiend dan yang mau ikutan kalo namanya belum ketulis di sini mohon maaf bukan berarti gak […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pabrik tentang tempe

Kondisi produksi sehari-hari

PrimeEdges

Frames, Green, Rustle and Sweet Tea

CahayaCahya

Selalu bersinar, Selalu menerangi

Sepakbola & Kehidupan

"Menelaah hidup dari sepakbola...." (roysemut)

Ramlannarie's Blog::...

Iseng-iseng bermanfaat, bisa menambah sedikit ilmu, dan pengetahuan tentang pendidikan dan lainnya......

kelautaje

dan biarkanlah laut tetap membiru...

Info rumah & properti

Informasi rumah sekitar selatan jakarta, rumah jabodetabek, rumah minimalis, townhouse, rumah baru, rumah seken, rumah lokasi strategis, harga murah, harga terjangkau

Endahsetyolaras's Blog

Just another WordPress.com weblog

Sitsetsut's Blog

blog anak muda yang selalu ceria...

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

Mataku adalah Matamu

Balikpapan Tempat Cari Makan

LAMAN MENULIS GAYA SENDIRI G2

Menulis Untuk Perkongsian Bijak

Kang Arip - Gudang Ilmu

Sharing Ilmu - Diskusi Ilmu - Penyimpanan File

Just Share

Berbagilah selama Anda masih memiliki sesuatu untuk berbagi. Karena hidup ini akan terasa lebih indah jika setiap orang saling mengerti antara satu dengan yang lain..

Refleksi Sosial

Rosyidi Hamzah

Blog Fisika Pak Teguh Pekalongan

Berbagi Informasi tentang Media Pembelajaran Fisika, IPA, dan TIK

/se·na·rai/

yang ditemui mata dan mengendap di pikiran

%d blogger menyukai ini: