Ibarat telor tak menetas…..

18 Agu

Ibarat telor satu petarangan pasti ada saja yang tidak menetas…
Hal ini adalah satu gambaran di keluarga ku…kakak tertua seorang guru, kakak kedua jadi polisi, kakak ketiga seorang mantri, sedang aku si bungsu cukup jadi tukang sol sepatu…

Hal ini tak pernah aku persoalkan barangkali orang sudah membawa garis hidup sendiri sendiri.., pengabdian tak hanya di kantoran tapi keseharianku di pojokan pasar adalah juga sebuah pengabdian. Aku melayani abang 2 becak, abang 2 ojek, pedagang kecil , kuli panggul…. memperbaiki sandal sepatunya yang robek , karena pengin punya yang baru tak terbeli…
Jadi terngiang ditelingaku kata kata mendiang ayahku…
“ blue kenapa kamu malas belajar…, kenapa kamu tak serius sekolah seperti kakak2mu…, jangan salahkan ayah jika kelak suram masa depanmu..”
Ahh kenapa kata kata Ayahku terus menghantui…padahal waktu itu aku tak malas malas amat belajar, dasar otakku aja yang pas pasan…., biarlah aq tak pernah menyesali tentang kehidupan yang aku jalani kok….

Hidup adalah pilihan , dan kehidupan sekarang adalah merupakan pilihanku…
Aku tak merasa menderita ataupun terhina dengan apa yang aku jalani dan apa yang aku miliki…
Hanya terkadang justru orang lain jyang suka mempersoalkannya…
Bukannya kehidupan bagaikan siang dan malam.., ada si kaya tentu ada si miskin…, bukan hal yang aneh.menurutku….

Bukannya Tuhan sendiri juga tidak melihat nilai martabat seseorang itu dari derajat, pangkat maupun harta benda….melainkan tingkat ketaqwaannya terhadap Tuhannya…
dan itu yang aku kejar kini…

Dan kelak aku ingin ajarkan kepada anak anakku…, carilah ilmu setinggi langit..tapi janganlah punya pikiran bahwa cari ilmu buat cari pekerjaan..,tapi kalau bisa ciptakanlah pekerjaan.., sebab jika yang pertama yang jadi acuan , nanti akan merasa kecewa jika lepas kuliah tak dapat pekerjaan , tapi jika yang kedua yang jadi acuan kita sudah siap mental jauh jauh hari ttg bagaimana menciptakan lapangan kerja.

Bayangkan saja tiap tahunnya berapa juta angkatan usia kerja membutuhkan lapangan pekerjaan, sedangkan yang tersedia amatlah terbatas…
“Bang blue.., pa kabar?? Gimana garapan hari ini..? begitu sapaan teman seprofesinya sempat mengagetkan lamunannya……
” hehe…lumayanlah….meski tak banyak tapi setidaknya sudah bisa memberikan kesibukan buat dua anak buahku…” begitu jawabnya spontan…

Dia merasa hidupnya sangatlah berharga meski hanya sebagai tukang sol sepatu setidaknya dia sudah mampu memberikan lapangan kerja , sudah bisa menopang kehidupan dua keluarga …dan itu yang membuatnya bahagia…..
Meski bukan orang kantoran seperti ketiga kakaknya namun dia merasa hidupnya bisa lebih berguna bagi sesama…..

Demikian kehiduapan dia jalani hari demi hari dengan sll mengedepankan rasa syukur , dan tak pernah mengeluh …

*tentang kisah seorang sahabat…..

Maaf bang blue gantian dipinjam namanya…hehe…
Salam hangat n…
persahabatan nan erat…

Iklan

29 Tanggapan to “Ibarat telor tak menetas…..”

  1. bangauputih 18 Agustus 2010 pada 7:01 pm #

    “Dan kelak aku ingin ajarkan kepada anak anakku…, carilah ilmu setinggi langit..tapi janganlah punya pikiran bahwa cari ilmu buat cari pekerjaan..,tapi kalau bisa ciptakanlah pekerjaan.., sebab jika yang pertama yang jadi acuan , nanti akan merasa kecewa jika lepas kuliah tak dapat pekerjaan , tapi jika yang kedua yang jadi acuan kita sudah siap mental jauh jauh hari ttg bagaimana menciptakan lapangan kerja”
    benar tuh mas, sekarang orang-orang menyekolahkan anaknya hanya untuk mendapatkan ijazah & pekerjaan yang layak “di mata manusia”
    orientasinya bukan ilmu lagi…
    kami pun ingin menanamkan itu pada anak-anak kami kelak… 🙂

    • setyantocahyo 18 Agustus 2010 pada 9:39 pm #

      terima kasih ya atas kunjungannya…

      salam hangat n
      selamat menjalankan ibadah puasa…

  2. bundadontworry 18 Agustus 2010 pada 8:22 pm #

    Kebanyakan memang ortu menyekolahkan anak, atau kita sendiri sekolah lagi, dgn tujuan agar naik jabatan, atau agar mendapatkan pekerjaan yg lebih baik lagi ( menurut kita).

    sangat sedikit atau boleh dibilang tidak ada, yg sekolah utk menciptakan lapangan pekerjaan baru.

    ini ditunjang dgn sistem yg ada di negeri kita, dimana sangat sulit birokrasi utk menciptakan lapangan pekerjaan, dan modalnyapun tidak mudah di dapat.
    ini hanya pendapatku saja, dan bisa saja salah 🙂
    salam

    • setyantocahyo 18 Agustus 2010 pada 9:45 pm #

      pendapat bunda ttu benar…
      tapi menciptakan lapangan kerja tak harus dg modal skala besar kan bun…
      ada istilah ” sedikit 2 lama2 menjadi bukit..” hehe….

      salam hangat sll buat bunda.

  3. teguhsasmitosdp1 18 Agustus 2010 pada 10:15 pm #

    Betul sekali Pak, dalam ajaran agama juga disebutkan “Carilah ilmu walau sampai ke negeri Cina”, dan tidak satupun yang menjelaskan ilmu yang diperolehnya nanti untuk mencari pekerjaan. Tetapi realitanya orang tua menyekolahkan anaknya agar dia bisa bekerja sesuai bidang imunya, lupa bahwa persaingan untuk mencari pekerjaan saat ini sangatlah sulit, yang terjadi akhirnya penyesalan, bekerja seadanya yang berakibat tidak dilakukan secara profesional. Semoga ini menjadi wacana bagi yang sedang menuntut ilmu.

    • setyantocahyo 19 Agustus 2010 pada 8:05 am #

      pak guru terima kasih atas kunjungan yg kesekian kalinya…
      benar p guru…
      jika seandainya satu orang insinyur kita bisa menciptakan lapangan kera buat sepuluh orang saja…
      sudah berapa juta tenaga kerja yg terserap..
      mungkin dah tak perlu ada TKI lagi ….

      salam hangat ..
      n slmt menunaikan ibadah puasa..

  4. kangmas ian 19 Agustus 2010 pada 2:15 am #

    apa hubungannya sama telor pak 🙂
    hmm ad yang tuker tukeran nama neh
    intinya terus bekerja ^^

    • setyantocahyo 19 Agustus 2010 pada 7:44 am #

      cuma pepatah mas…, ibarat telor tak menetas artinya sudah diupayakan tapi tidak menjadi sesuatu…hehe..
      sekarang sdh jarang trdengar ya kang? hehe..

      salam hangat n
      selamat menunaikan ibadah puasa..

      • kangmas ian 22 Agustus 2010 pada 10:38 pm #

        selemat puasa pak..
        pak cirebonnya dimana??

  5. Pakde Cholik 19 Agustus 2010 pada 4:26 am #

    Prinsip utama yang harus dipegang adalah ” bekerja dengan niat yang lurus yaitu untuk ibadah agar barokah”.
    Dengan niat itu kita tak akan bekerja membabi buta sampai melanggar rambu2 larangan Tuhan.Bukankah “Lebih baik menjual martabak untuk mendapatkan martabat daripada menjual martabat untuk mendapatkan martabak”

    Jika kita mempunyai anak tentu menjadi kewajiban orangtua untuk memberikan pendidikan sebaik mungkin agar hidupnya juga lebih baik dari kita.

    Jika orang lain menggunjingkan pekerjaan kita ya biarkan saja asal kita tak mengganggu orang lain.

    Salam hangat dari Surabaya

    • setyantocahyo 19 Agustus 2010 pada 7:53 am #

      wah terima kasih pakde, ttu bahagia sekali pakde dah mampir…

      ada lagi pepatah yang manis sekali dari pakde” Lebih baik menjual martabak untuk mendapatkan martabat, daripada menjual martabat untuk mendapatkan martabak”
      klau tidak salah tangkap disini pakde sedang menyoroti pentingnya harga diri dan kehujuran.., mmg benar pakde apa artinya hidup bergelimang harta tapi tidak punya harga diri, tentu tidak akan bahagia hidupnya , sedang prinsip hidup adalah mencari kebahagiaan dunia maupun akherat.

      sekali lagi terima kasih pakde..
      salam hormat penuh kehangatan.

  6. gerhanacoklat 19 Agustus 2010 pada 10:28 am #

    ini adalah postingan wajib baca
    selalu lah bersyukur dengan apa yang telah kita terima dari Tuhan ya kan mas cahyo?
    Keren!

    • setyantocahyo 21 Agustus 2010 pada 9:01 am #

      mba jul makasih ya…

      salam.
      met mnjalankan ibadah puasa…

  7. krupukcair 19 Agustus 2010 pada 10:34 am #

    saya suka sekali paragraf ini :
    “Dan kelak aku ingin ajarkan kepada anak anakku…, carilah ilmu setinggi langit..tapi janganlah punya pikiran bahwa cari ilmu buat cari pekerjaan..,tapi kalau bisa ciptakanlah pekerjaan.., sebab jika yang pertama yang jadi acuan , nanti akan merasa kecewa jika lepas kuliah tak dapat pekerjaan , tapi jika yang kedua yang jadi acuan kita sudah siap mental jauh jauh hari ttg bagaimana menciptakan lapangan kerja” 😀 😀 😀 😀

    • setyantocahyo 21 Agustus 2010 pada 9:03 am #

      smoga ke depan akan muncul pengusaha pengusaha muda yang handal…OK! hehe…

      salam n
      met menjalankan ibadah puasa…

  8. Andi 19 Agustus 2010 pada 12:16 pm #

    selama itu mencari rezeki yang halal, insya Allah berkah. yakin.

    • setyantocahyo 21 Agustus 2010 pada 9:04 am #

      mas andi benar sekali…

      salam n-
      met menjalankan ibadah puasa…

  9. hellgalicious 19 Agustus 2010 pada 1:21 pm #

    ceritanya menrik banget bang
    saya kira ini kisah nyata yang dialami abang
    ternyata tentang sahabat abang toh

    • setyantocahyo 21 Agustus 2010 pada 9:05 am #

      hehe…
      terima kasih bang hell, telah paham ceritanya….moga bisa diambil hikmahnya…

      salam n
      slmt menjalankan ibadah puasa..

  10. Abi Sabila 19 Agustus 2010 pada 1:47 pm #

    ….carilah ilmu setinggi langit..tapi janganlah punya pikiran bahwa cari ilmu buat cari pekerjaan..,tapi kalau bisa ciptakanlah pekerjaan.., sebab jika yang pertama yang jadi acuan , nanti akan merasa kecewa jika lepas kuliah tak dapat pekerjaan , tapi jika yang kedua yang jadi acuan kita sudah siap mental jauh jauh hari ttg bagaimana menciptakan lapangan kerja….
    nasihat yang bijak dan patut diteruskan kepada anak-anak kita

    • setyantocahyo 21 Agustus 2010 pada 9:12 am #

      jika ini tertanam pada generasi muda , mungkin kedepan tak perlu ada lagi TKI , TKW krn didlm negri sendiri sudah melimpah lapangan pekerjaan…hehe..

      salam
      n slmt menunaikan ibadah puasa..

  11. nh18 19 Agustus 2010 pada 5:45 pm #

    Apapun yang dikerjakan …
    asalkan itu halah …
    sepatutnya kita merasa bangga …
    dan mengerjakannya dengan riang …

    Ya memang ini tidak mudah …
    Tetapi ini jauh lebih baik dari pada komplain terus berkepanjangan menyalahkan pemerintah … menyalahkan keadaan … dan sebagainya …

    Nice Story Pak

    Salam saya

    • setyantocahyo 21 Agustus 2010 pada 9:15 am #

      bang NH 18 terima kasih ya..
      ulasan abang juga menarik sekali…

      salam
      n selamat menunaikan ibadah puasa..

  12. bluethunderheart 20 Agustus 2010 pada 2:54 pm #

    sebuah kisah yg sangat menarik tuk blue baca
    berisi
    ada semangat ada ilmu ada keinginan tuk maju ada…………….pokoknya aku suka postingan akang
    salam hangat dari blue

    • setyantocahyo 21 Agustus 2010 pada 9:20 am #

      terima kasih bang blue…
      dukungan semangat bang blue trus sya nantikan …hehe..

      salam hangat sll.

  13. Siti Fatimah Ahmad 20 Agustus 2010 pada 7:11 pm #

    Assalaamu’alaikum..

    Kisah yang cukup mengesankan. Kok ada nama Blue sekali.. hal ini membuat saya senyum kerana ternyata mana nanda Blue begitu akrab di maya ini. Bunda bangga sama nanda Blue.

    Hidup ini adalah pilihan. yang menentukan pilihan itu adalah kita. maka, kita harus tahu apa yang kita cari dan inginkan dalam kehidupan ini. Saya merasa amat terkesan dengan pengkisahan hidup di atas. ternyata tukang baiki kasut itu adalah seorang yang cerdas kerana kemahiran berfikirnya sangat tinggi.

    Semoga kita mendapat manfaat dari apa yang dipaparkan. terima kasih mas kerana berkongsi kebijakan di sini. salam mesra dari saya buat sahabat yang baik dan selalu menghargai persahabatan. 😀

    • setyantocahyo 21 Agustus 2010 pada 10:06 am #

      Waalaikum salam Wr Wb…
      Bunda siti terima kasih atas kunjungan yang kesekian kalinya…
      Dan saya ucapkan selamat datang kembali ke arena dunia maya yang sudah sekian lama bunda tidak dapat hadir dikarenakan sesuatu hal. Memang bunda hidup adalah pilihan , kita ingin menjadi apa adalah kita sendiri yang merancangnya…lalu berusaha mewujudkannya.. tentu dg sll disertai do’a , ttg masalah hasil adalah hak Allah sepenuhnya …
      Dengan menyadari itu kita siap berhasil akan tetapi juga siap gagal.., sehingga dibelakang hari tidak akan timbul perasaan kecewa…
      Smoga kita sll diberikan karunia menjadi orang yang pandai bersyukur ttg apa yang kita terima , amiin.

      Salam hangat from west java
      n selamat menunaikan ibadah puasa..

  14. hidup memang merupakan pilihan2 yang kita buat untuk diri kita sendiri dan kita harus selalu bertanggung jawab terhadap pilihan2 itu 😀 salam kenal mas setyanto 🙂

    • setyantocahyo 23 Agustus 2010 pada 3:52 pm #

      terima kasih atas kunjungannya…
      n salam kenal kemabali..

      salam bloger.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pabrik tentang tempe

Kondisi produksi sehari-hari

PrimeEdges

Frames, Green, Rustle and Sweet Tea

CahayaCahya

Selalu bersinar, Selalu menerangi

Sepakbola & Kehidupan

"Menelaah hidup dari sepakbola...." (roysemut)

Ramlannarie's Blog::...

Iseng-iseng bermanfaat, bisa menambah sedikit ilmu, dan pengetahuan tentang pendidikan dan lainnya......

kelautaje

dan biarkanlah laut tetap membiru...

Info rumah & properti

Informasi rumah sekitar selatan jakarta, rumah jabodetabek, rumah minimalis, townhouse, rumah baru, rumah seken, rumah lokasi strategis, harga murah, harga terjangkau

Endahsetyolaras's Blog

Just another WordPress.com weblog

Sitsetsut's Blog

blog anak muda yang selalu ceria...

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

Mataku adalah Matamu

Balikpapan Tempat Cari Makan

LAMAN MENULIS GAYA SENDIRI G2

Menulis Untuk Perkongsian Bijak

Kang Arip - Gudang Ilmu

Sharing Ilmu - Diskusi Ilmu - Penyimpanan File

Just Share

Berbagilah selama Anda masih memiliki sesuatu untuk berbagi. Karena hidup ini akan terasa lebih indah jika setiap orang saling mengerti antara satu dengan yang lain..

Refleksi Sosial

Rosyidi Hamzah

Blog Fisika Pak Teguh Pekalongan

Berbagi Informasi tentang Media Pembelajaran Fisika, IPA, dan TIK

/jur·nal/

yang ditemui mata dan mengendap di pikiran

%d blogger menyukai ini: