Paku…paku pagar

26 Agu

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan pada anak itu, untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia marah …

Hari pertama anak itu telah memakukan 48 paku ke pagar setiap kali dia marah … Lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan paku ke pagar tersebut.
Akhirnya, tibalah hari dimana anak tersebut merasa sama sekali bisa mengendalikan amarahnya, dan tidak cepat kehilangan kesabarannya…. Dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya, yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari dimana dia tidak marah…

Hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu pun, akhirnya memberitahu ayahnya bahwa semua paku telah tercabut olehnya. Kemudian, sang ayah menuntun anaknya ke pagar. “Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi… lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya… “Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan… Kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang ini … dihati orang lain”….

Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu kembali… Tetapi tidak peduli beberapa kali kamu minta maaf, luka itu akan tetap ada … dan luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik.

*Ilustrasi gambar dari sini

Iklan

33 Tanggapan to “Paku…paku pagar”

  1. bundadontworry 27 Agustus 2010 pada 5:58 am #

    Menahan amarah memang sebuah perjuangan melawan diri sendiri yg tdk mudah tentunya .

    bagaimanapun sebuah luka selalu ada harganya ya MAs Cahyo.
    Luka yg tak terlihat, seperti ucapan yg menyakitkan hati orang lain, bisa dicegah bila saja kita mampu menahan amarah.
    salam

    • Red 27 Agustus 2010 pada 6:26 pm #

      good said bunda 🙂

      • bluethunderheart 28 Agustus 2010 pada 1:57 pm #

        itulah kelebihan snag bunda
        love tuk semuanya
        salam hangat dari blue

      • setyantocahyo 31 Agustus 2010 pada 8:41 pm #

        benar bang red..hehe..

  2. setyantocahyo 27 Agustus 2010 pada 6:32 am #

    bunda benar sekali, maka sebisa mungkin kita mendari yang namanya nafsu amarah…

    salam takzim buat bunda…

  3. yoriyuliandra 27 Agustus 2010 pada 7:09 am #

    Hmm… inspiring 🙂

    • setyantocahyo 27 Agustus 2010 pada 7:39 am #

      haloo..
      pa kabarnya mas yori…
      met berpuasa ya…

      thanksl.

  4. darahbiroe 27 Agustus 2010 pada 11:39 am #

    menahan esmosi yang meluap luap itu memang penting yaw
    makasih untuk artikelnya ini
    salam

    • setyantocahyo 29 Agustus 2010 pada 10:07 am #

      darah biru..
      terima kasih.. sama sama…

      salam hangat.

  5. K-blogger 27 Agustus 2010 pada 12:25 pm #

    Salam kenal…

    saya rasa Menahan amarah sangat sulit. Terkadang kita sanggup menahannya tapi terkadang kita juga tidak sanggup menahan amarah.
    Ya itulah manusia

    Makasih ya mas atas inspirasinya 🙂

    • setyantocahyo 29 Agustus 2010 pada 10:08 am #

      k bloger..
      terima kasih atas kunjungannya…

      salam kenal kembali.

  6. SITI FATIMAH AHMAD 27 Agustus 2010 pada 4:08 pm #

    Assalaamu’alaikum mas Cahyo.
    pengkisahan di atas sungguh menggugah hati. Ia memberi pesan bahawa kita perlu berhati-hati dalam berkat-kata agar tidak melukai hati orang lain.

    Apakah seronoknya memiliki sifat marah yang keterlaluan. Rasulullah saw mengingatkan bahawa marah itu perlu ada sebab musabab terutama marah dalam melihat perkara mungkar dan mengingkari perintah Allah SWT.

    Alhamdulillah… saya masih berusaha belajar untuk menjadi seorang yang sabar dalam banyak hal yang melibatkan komunikasi manusia dan makhluk. Semoga kita dikurniakan kewarasan akal ketika sedang marah.

    terima kasih mas, telah berkongsi hikmah yang bermanfaat. selalu ada pencerahan di blog ini untuk membina jati diri manusia yang beriman.

    Salam ramadhan dan salam hangat dari saya di Sarawak.
    Selamat berbuka puasa petang ini. 😀

    • setyantocahyo 31 Agustus 2010 pada 8:56 pm #

      Wa’alaikum salam wr wb..
      Memang bun…. untuk bisa memiliki sifat sabar tidakkalah gampang.., semua itu butuh waktu yang panjang untuk belajar dan terus belajar.., sesungguhnya hati manusia adalah putih bersih.., karena adanya beberapa nafsu yang merasuk dalam jiwa kita akibatnya kita menjadi manusia yang beaneka macam sifat, seperti salah satunya adalah nafsu amarah.., yang berhasil mengendalikannya maka jadilah orang yang sabar, tapi sebaiknya yang tidak mampu mengendalikan maka jadilah orang yang temperamental dan pemarah….
      Maka diberilah kita tuntunan hidup berupa ajaran agama, diantaranya adalah dalam rangka untuk dapat mengendalikan hawa nafsu..agar supaya sll ingat kepada Allah SWT…

      Terima kasih ya bun …n salam mesra sll dari saya…

  7. teguhsasmitosdp1 27 Agustus 2010 pada 6:07 pm #

    Sungguh memotivasi sekali tulisan kali ini untuk menghindari diri dari sifat amarah, saya tunggu motivasi berikutnya Pak.

    • setyantocahyo 31 Agustus 2010 pada 9:01 pm #

      Pak guru..
      terima kasih ya…

      salam hangat.

  8. Red 27 Agustus 2010 pada 6:32 pm #

    saya pribadicukup high temper sob, maka artikel ini semacam refleksi buat saya. makasih yah 🙂

    • setyantocahyo 31 Agustus 2010 pada 9:03 pm #

      sama sama bang red.., kita semua masih belajar tuk menjadi orang sabar…

      salam hangat.

  9. Cara beli rumah 28 Agustus 2010 pada 3:30 pm #

    tinggi bgt tuh karakteristik gambarnya,…..

    • setyantocahyo 31 Agustus 2010 pada 9:04 pm #

      thanks ya atas kunjungannya…

      salam kenal.

  10. Bangauputih 28 Agustus 2010 pada 7:30 pm #

    bener sekali mas. betpa sulitnya menahan amarah.
    sekali lidah salah bicara, hati bisa tersakiti dn terluka selamanya…
    makanya seorang ulama besar mengatakan, yang paling tajam di dunia ini bukanlah pedang ataupun pisau yang baru diasah sekalipun…
    dialah lidah…yang tertajam di seluruh dunia…

    • setyantocahyo 31 Agustus 2010 pada 9:05 pm #

      Bangau putih…sungguh benar sekali..

      salam hangat sll.

  11. Mila 28 Agustus 2010 pada 10:15 pm #

    Berkunjung 🙂 , apa kabar?

    • setyantocahyo 31 Agustus 2010 pada 9:06 pm #

      hai mil..
      kabar baik , lama ga kliatan sibuk ya..??

      salam hangat sll.

  12. soe 29 Agustus 2010 pada 4:22 pm #

    memang mantaps kita ini. Saya sudah pernah ngebaca nya di buku Dale Carnagie. IT’s good story

    • setyantocahyo 31 Agustus 2010 pada 9:07 pm #

      terimakasih atas kunjungannya..

      salam kenal.

  13. kangmas ian 31 Agustus 2010 pada 9:07 am #

    semoga saya bukan termasuk orang yang pemarah hiks

  14. rumahsehatafiat 31 Agustus 2010 pada 12:43 pm #

    dr muhammad ali toha menulis dalam buku 365 Tips sehat Rasulullah

    Marah merupakan manifestasi kesedihan dan kesombongan.Orang yang sedang marah terlihat dari respon anggota tubuhnya seperti tanggan gemetar, muka memerah ,dan jantung berdebar kencang.Kondisi tersebut menunjukan bahwa orang yang sedang marah pada hakikatnya membebani otak, pembuluh darah,dan jantungnya dengan beban yang berat . Kemarahan yang berulang-ulang menunjukan bahwa pelakunya menderita peyakit hati beresiko terserang tekanan darah tinggi, stroke depresi,peyakit saraf pusat,peyakit jantung dan Vertigo

    Semoga kita dijauhkan dari marah ini

    • setyantocahyo 31 Agustus 2010 pada 9:11 pm #

      wah…
      jadi bertambah pengetahuan kita.., ternyata begitu buruknya pengaruh marah terhadap kesehatan tubuh kita…
      terima kasih pak, atas tambahan ilmunya…

      salam hangat sll.

  15. Roy Mardi Pamenang 7 Desember 2010 pada 12:14 am #

    Salam Mas… Mohon ijin ceritanya saya kutip.

    • setyantocahyo 23 Desember 2010 pada 4:07 pm #

      terima kasih dah berkunjung…
      n salam kenal.

  16. setyantocahyo 23 Desember 2010 pada 4:08 pm #

    trims atas kunjungannya..
    n salam kenal.

Trackbacks/Pingbacks

  1. Lebih Baik Diam Saat Marah « Goalku : Belajar dari Sepakbola - 7 Desember 2010

    […] Saya ingin anda membaca cerita Paku-paku pagar berikut ini –semoga anda pernah […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pabrik tentang tempe

Kondisi produksi sehari-hari

PrimeEdges

Frames, Green, Rustle and Sweet Tea

CahayaCahya

Selalu bersinar, Selalu menerangi

Sepakbola & Kehidupan

"Menelaah hidup dari sepakbola...." (roysemut)

Ramlannarie's Blog::...

Iseng-iseng bermanfaat, bisa menambah sedikit ilmu, dan pengetahuan tentang pendidikan dan lainnya......

kelautaje

dan biarkanlah laut tetap membiru...

Info rumah & properti

Informasi rumah sekitar selatan jakarta, rumah jabodetabek, rumah minimalis, townhouse, rumah baru, rumah seken, rumah lokasi strategis, harga murah, harga terjangkau

Endahsetyolaras's Blog

Just another WordPress.com weblog

Sitsetsut's Blog

blog anak muda yang selalu ceria...

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

Mataku adalah Matamu

Balikpapan Tempat Cari Makan

LAMAN MENULIS GAYA SENDIRI G2

Menulis Untuk Perkongsian Bijak

Kang Arip - Gudang Ilmu

Sharing Ilmu - Diskusi Ilmu - Penyimpanan File

Just Share

Berbagilah selama Anda masih memiliki sesuatu untuk berbagi. Karena hidup ini akan terasa lebih indah jika setiap orang saling mengerti antara satu dengan yang lain..

Refleksi Sosial

Rosyidi Hamzah

Blog Fisika Pak Teguh Pekalongan

Berbagi Informasi tentang Media Pembelajaran Fisika, IPA, dan TIK

/se·na·rai/

yang ditemui mata dan mengendap di pikiran

%d blogger menyukai ini: