Tempayan Retak……

12 Okt

Seorang tukang air memiliki dua tempayan besar. Masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan, yang dibawa menyilang pada bahunya. Satu dari tempayan itu retak. Sedangkan tempayan yang satunya lagi tidak.

Jika tempayan yang tidak retak itu selalu dapat membawa air penuh setelah perjalanan panjang dari mata air ke rumah majikannya, tempayan yg retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh.

Selama dua tahun, hal ini terjadi setiap hari. Si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya. Tentu saja si tempayan yang tidak retak merasa bangga akan prestasinya, karena dapat menunaikan tugasnya dengan sempurna. Namun si tempayan retak yang malang itu merasa malu sekali akan ketidak-sempurnaannya, dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberikan setengah dari porsi yang seharusnya dapat diberikannnya.

Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan retak itu berkata kepada si tukang air, “Saya sungguh malu pada diri saya sendiri, dan saya ingin mohon maaf kepadamu.”

“Kenapa?” tanya si tukang air. “Kenapa kamu merasa malu?”

“Saya hanya mampu, selama dua tahun ini, membawa setengah porsi air dari yang seharusnya dapat saya bawa karena adanya retakan pada sisi saya telah membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita. Karena cacadku itu, saya telah membuatmu rugi.” kata tempayan itu.

Si tukang air merasa kasihan pada si tempayan retak. Dan dalam belas kasihannya, ia berkata, “Jika kita kembali ke rumah majikan besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan.”

Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memperhatikan. Dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan. Dan itu membuatnya sedikit terhibur.

Namun pada akhir perjalanan, ia kembali sedih karena separuh air yang dibawanya telah bocor, dan kembali tempayan retak itu meminta maaf pada si tukang air atas kegagalannya.
Si tukang air berkata kepada tempayan itu, “Apakah kamu memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang jalan si sisimu, tapi tidak ada bunga di sepanjang jalan di sisi tempayan yang lain yang tidak retak itu. Itu karena aku selalu menyadari akan cacadmu, dan aku memanfaatkannya. Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisimu. Dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu. Selama dua tahun ini aku telah dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk menghias meja majikan kita. Tanpa kamu sebagaimana kamu ada, majikan kita tak akan dapat menghias rumahnya seindah sekarang.”

PESAN MORAL :

Setiap dari kita memiliki cacad dan kekurangan kita sendiri.

Kita semua adalah tempayan retak.

Namun jika kita mau, Tuhan akan menggunakan kekurangan kita untuk menghias-Nya.

Di mata Tuhan yang bijaksana, tak ada yang terbuang percuma.

Jangan takut akan kekuranganmu.

Kenalilah kelemahanmu dan kamu pun dapat menjadi sarana keindahan Tuhan.

Ketahuilah, di dalam kelemahan kita, kita menemukan kekuatan kita.

Iklan

17 Tanggapan to “Tempayan Retak……”

  1. Ifan Jayadi 12 Oktober 2010 pada 7:53 am #

    Senangnya mendapatkan pencerahan hebat hari ini. Harus belajar lagi untuk mensyukuri segala apa yang ada meski terdapat kekurangan disana-sini.

    • setyantocahyo 13 Oktober 2010 pada 3:41 pm #

      mas ifan…yang penting bagaimana kita bisa mensiasati atas kekurangan kita menjadi sebuah kelebihan…

      salam hangat sll.

  2. setitikharapan 12 Oktober 2010 pada 10:29 am #

    Yup, jadi cobalah untuk selalu bersyukur dengan keadaan kita apapun itu. Karena tidak ada satupun yang sia-sia dari penciptaan-Nya

    • setyantocahyo 13 Oktober 2010 pada 3:44 pm #

      p edi…
      saya setuju sekali.., makasih ya pak atas sharingnya…..

      salam hangat sll.

  3. bundadontworry 12 Oktober 2010 pada 11:21 am #

    setuju Mas Cahyo,
    kita tak sesempurna seperti apa yg kita mau,
    semua orang ada kelebihan dan kekurangannya masing2, namun begitu hendaknya kekurangan kita jgn jadi penghalang utk terus maju.
    tulisan ini sangat menginspirasi sekali ,Mas
    salam

    • setyantocahyo 13 Oktober 2010 pada 3:48 pm #

      bunda benar…
      nyatanya banyak orang tak sesempurna kita , tapi terkadang mempunyai kelebihan …yang kita tidak memiliki…
      itulah bukti kebesaran Allah…

      salam hangat sll buat Bunda.

  4. Rian 12 Oktober 2010 pada 3:49 pm #

    Mengenali kelemahan itu yg susah

    • setyantocahyo 13 Oktober 2010 pada 3:51 pm #

      itulah gunanya introspeksi diri…

      trims atas kunjungannya n salam kenal …..

  5. M Mursyid PW 13 Oktober 2010 pada 5:48 pm #

    Kita boleh dibilang tidak mengenal diri sendiri ketika kelemahan sendiripun kita tak menyadarinya.

    • setyantocahyo 14 Oktober 2010 pada 7:09 am #

      kebanyakan dari kita demikian pa guru…
      tapi memang itulah sifat manusia..suka lupa…

      salam hangat sll.

  6. Brotoadmojo 13 Oktober 2010 pada 6:16 pm #

    kesempurnaa hanyalah milik Allah, namun dengan ketidak sempurnaan yang di miliki manusia diharapkan mampu memotivasi untuk lebih baik lagi, berupaya menutupi kekurangan dengan amal ibadah.. 🙂
    Salam

    • setyantocahyo 14 Oktober 2010 pada 7:12 am #

      setuju mas…
      tanpa adanya kekurangan malah bisa membuat manusia menjadi sombong….ini adalah salah satu rahasia Illahi yg perlu kita cermati…
      dan selalu introspeksi diri….

      salam hangat sll.

  7. kakve-santi 13 Oktober 2010 pada 6:56 pm #

    kadang orang enggan melihat kelemahan…

    • setyantocahyo 14 Oktober 2010 pada 7:14 am #

      ada pepatah ” Gajah di peplupuk mata tak nampak.., semut disebrang lautan nampak”….barangkali itulah gambaran dari kelemahan kita…

      salam hangat…n salam kenal.

  8. Ndra 14 Oktober 2010 pada 11:06 am #

    kereeeeeeen,,, menginspirasi skli….

  9. SITI FATIMAH AHMAD 20 Oktober 2010 pada 12:49 am #

    Assalaamu’alaikum Mas Cahyo…

    Saya suka membaca postingan di atas. Sungguh sata terkesan dengan sifat tempayan yang retak itu. Sadar diri akan kekurangannya namun penuh dengan jasa. Sifat tuannya yang sangat berkompromi dan memberi motivasi yang tinggi serta berpemikiran besar dalam menanggapi sesuatu situasi tanpa rasa cemas dan berat sebelah.

    Pesan moral dari kisah di atas banyak memberi teladan dan sempada buat kita menilai diri untuk selalu menumpah bakti walau ada kelemahan yang tidak kita sedari. hargai diri dan hargai orang lain.

    Terima kasih mas kerana sudah berbagi dalam hal yang memanfaatkan manusia. Salam mesra dari Sarawak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pabrik tentang tempe

Kondisi produksi sehari-hari

PrimeEdges

Frames, Green, Rustle and Sweet Tea

CahayaCahya

Selalu bersinar, Selalu menerangi

Sepakbola & Kehidupan

"Menelaah hidup dari sepakbola...." (roysemut)

Ramlannarie's Blog::...

Iseng-iseng bermanfaat, bisa menambah sedikit ilmu, dan pengetahuan tentang pendidikan dan lainnya......

kelautaje

dan biarkanlah laut tetap membiru...

Info rumah & properti

Informasi rumah sekitar selatan jakarta, rumah jabodetabek, rumah minimalis, townhouse, rumah baru, rumah seken, rumah lokasi strategis, harga murah, harga terjangkau

Endahsetyolaras's Blog

Just another WordPress.com weblog

Sitsetsut's Blog

blog anak muda yang selalu ceria...

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

Mataku adalah Matamu

Balikpapan Tempat Cari Makan

LAMAN MENULIS GAYA SENDIRI G2

Menulis Untuk Perkongsian Bijak

Kang Arip - Gudang Ilmu

Sharing Ilmu - Diskusi Ilmu - Penyimpanan File

Just Share

Berbagilah selama Anda masih memiliki sesuatu untuk berbagi. Karena hidup ini akan terasa lebih indah jika setiap orang saling mengerti antara satu dengan yang lain..

Refleksi Sosial

Rosyidi Hamzah

Blog Fisika Pak Teguh Pekalongan

Berbagi Informasi tentang Media Pembelajaran Fisika, IPA, dan TIK

/jur·nal/

yang ditemui mata dan mengendap di pikiran

%d blogger menyukai ini: