Nasi kuning mba Mun. 2

3 Mei

Pagi itu tak seperti biasanya warung mba Mun kelihatan sepi.., kata warung sebelah katanya sudah dua hari mba Mun gak jualan …., sekarang lagi dirumah sakit ..suaminya sakit keras……
Dikamar nomor 3 rumah sakit pemerintah suami mba Mun dirawat, itu saja mengandalkan ASKESKIN
kalau tidak, mana mampu karena dengan uang tabungan yang cuma sedikit jelas dia tak mampu mengambil kelas yang lebih baik lagi…
Dengan sabar dan telaten mba Mun merawat suaminya…, untung anak2nya meski masih kecil sudah pada pinter mengurus keperluannya sendiri…jadi tak begitu merepotkan. Seolah mereka mengerti tentang kesulitan yang sedang dialami oleh orang tuanya…
Mba Mun memberikan pijitan2 kecil… suaminya hanya diam …karena untuk bicara sudah tak mampu lagi…apalagi bergerak….
tatapan mata cekung itu begitu tajam , seolah ingin mengatakan sesuatu tapi tak bisa…tapi dari naluri seorang istri mba Mun mengerti apa yang di inginkan suaminya…, dari nalurinya dia menangkap suaminya seolah bicara…
“ Ma…maafkan Papa ya.., Papa sudah membuatmu susah…papa merasa saatnya sudah akan tiba..Papa titipkan anak2..Papa harap Mama selalu sabar dan tabah menghadapi ujian ini…, maafkan papa tidak bisa ikut membesarkan anak2….maka dari itu papa percaya sama mama didiklah mereka , semoga ….menjadi orang yang baik…..”
Tak sadar mbak Mun mengangguk-angguk sendirian, seolah dia sedang mendengarkan suaminya yang sedang bicara…
Mata cekung itu masih menatapnya tajam…, tapi kenapa sekarang tak ada respon sama sekali…dan dengan reflek dia raih tangannya dan pijit urat nadinya sudah berhenti sama sekali, dan perlahan terasa dingin….Allaaaaaahu akbar…. , suster..suster……!!
Spontan dia berteriak memanggil suster diruangan piket…, dan dua orang susterpun bergegas menghampiri….dan memeriksa pasien dengan sigapnya….
Rupanya dua suster tersebut sepakat kalau pasien memang sdh meninggal beberapa menit lalu….
“ Innalillahi wainnailaihi rajiun…., Bapa sudah meninggalkan kita bu…., yang sabar dan tabah ya bu….”
“ Papaaaaaaa……..inna-lillahi –wainna-ilaihi- rajiun……,” ucapan itu terbata bata karena bercampur dengan tangisan….
“ Pantesan dari tadi mama merasa tak enak hati…, dan mama merasa seolah papa tadi sudah memberikan wasiat pada mama…” ucapan itu nampak tak jelas karena masih bercampur dengan tangisan….
” Ternyata Papa akan meninggalkan mama untuk selama-lamanya….”
Hari hari selanjutnya terasa begitu berat buat mba Mun…, karena bagaimanapun dia telah kehilangan orang yang telah memberikan warna dalam kehidupannya , tapi rupanya Allah sudah menentukan takdir yang demikian , apa boleh buat manusia hanya sekedar menjalaninya….
Setelah masa bekabung dia jalani sekian lama, ,mau tidak mau kehidupan pun harus berjalan seperti sedia kala…
Seperti biasa mba Mun kembali menjalankan aktifitasnya berjualan nasi kuning…
Warungnyapun kembali ramai…, sekarang orang tambah bersimpati , karena mba Mun benar benar menjadi seorang kepala rumah tangga…
Tanggung jawab sebagai ibu sekaligus Ayah bagi anak-anaknya dia jalankan dengan baik, terbukti anak2 nya pada rajin belajar dan meraih prestasi di sekolahnya…
Dan mba Mun juga semakin focus mengelola usahanya, sekarang usaha dia kembangkan dengan membuka cabang dan merekrut beberapa karyawan.
Karena dia sadar kehidupan kedepan semakin berat, dia musti siap biaya buat pendidikan anak-anaknya…..jadi tak mungkin jika hanya mengandalkan usaha kecil kecilan.
Alhamdulillah usahanya didukung oleh Bank yang percaya membantu permodalan ..sehingga usaha mba mun menjadi semakin maju…
“ Anak2ku…dulu sebelum meninggal Papa berwasiat pada mama….agar mama mendidik kalian ….agar jadi orang yang baik….jadi orang pintar…, maka kalian harus belajar yang bener…… biar arwah Papa tenang disana…”
“ Iya Ma kami akan penuhi permintaan mendiiang Papa … juga keinginan mama….” Demikian anak yg tertua mewakili bicara…
Duhh…..senang sekali hati seorang ibu , jika melihat anak2nya selalu patuh ….
Tak terasa waktupun cepat berlalu, sepuluh tahun semenjak ditinggal papanya …kehidupanpun sudah banyak berubah….
Minggu depan mba Mun musti menghadiri wisuda anaknya yg sudah lulus kedokteran di universitas ternama…
Rupanya mba Mun sudah menjadi orang terpandang di lingkungannya…
Apalagi setelah dia melaksanakan rukun islam yang ke 5….masyarakat semakin menghormatinya….
Restorannya sudah memiliki beberapa cabang yang kemungkinan nantinya akan dikelola oleh anak keduanya yang sebentar lagi lulus dari Fak. Ekonomi…
“ Papa..….mama sudah melaksanakan amanat papa , Lihatlah anakmu sekarang sudah menjadi seorang dokter…, dan sebentar lagi anak keduamu akan menjadi seorang sarjana Ekonomi…”
Sekarang Mama lega, karena Mama sudah selesaikan tugas yang pertama…semoga mama diberi umur panjang, sehingga bisa menyaksikan lagi keberhasilan anak kedua kita ”
Terima kasih ya allah, semua ini adalah atas kehendakMu…dan bimbinglah kami sll ya Allah semoga semua nikmat ini tak membuat kami lupa kepadaMu…dan jadikanlah kami termasuk golongan orang 2 yang pandai bersyukur….
Demikian tak henti hentinya Bu Hajah Mumun sll mengucap syukur kepada Allah , karena telah diberikan karunia yang tak terkira ….
Kini Bu Hajah Mumun merasakan hidup berbahagia …….bersama anak anaknya…..

—————————oo0oo—————————

Cerita in saya persembahkan buat sahabat-
Yang gemar membaca hingga larut malam……

Iklan

5 Tanggapan to “Nasi kuning mba Mun. 2”

  1. Rahad 6 Mei 2011 pada 5:36 pm #

    waduh, kata2nya seperti menusuk, aku ini kan jarang patuh sama ibu, jadi gak enak hati sama ibu

  2. Moko 13 Mei 2011 pada 1:40 pm #

    hehehe.. iya sip mas ceritane. seperti ibu saya, tpi lebih sukses mbak Mumun.. qta harus selalu bersyukur

    • setyantocahyo 17 Mei 2011 pada 9:34 am #

      mas moko trims atas kunjungannya…

      n salam kenal.

  3. pulzzahut 25 Juni 2011 pada 2:12 am #

    waduh malam2 begini jadi laper lagi liat menu nasi kuning.. ckckc

    • setyantocahyo 20 Juli 2011 pada 10:24 pm #

      silahkan cicipin nasi kuningnya…

      salam kenal..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pabrik tentang tempe

Kondisi produksi sehari-hari

PrimeEdges

Frames, Green, Rustle and Sweet Tea

CahayaCahya

Selalu bersinar, Selalu menerangi

Sepakbola & Kehidupan

"Menelaah hidup dari sepakbola...." (roysemut)

Ramlannarie's Blog::...

Iseng-iseng bermanfaat, bisa menambah sedikit ilmu, dan pengetahuan tentang pendidikan dan lainnya......

kelautaje

dan biarkanlah laut tetap membiru...

Info rumah & properti

Informasi rumah sekitar selatan jakarta, rumah jabodetabek, rumah minimalis, townhouse, rumah baru, rumah seken, rumah lokasi strategis, harga murah, harga terjangkau

Endahsetyolaras's Blog

Just another WordPress.com weblog

Sitsetsut's Blog

blog anak muda yang selalu ceria...

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

Mataku adalah Matamu

Balikpapan Tempat Cari Makan

LAMAN MENULIS GAYA SENDIRI G2

Menulis Untuk Perkongsian Bijak

Kang Arip - Gudang Ilmu

Sharing Ilmu - Diskusi Ilmu - Penyimpanan File

Just Share

Berbagilah selama Anda masih memiliki sesuatu untuk berbagi. Karena hidup ini akan terasa lebih indah jika setiap orang saling mengerti antara satu dengan yang lain..

Refleksi Sosial

Rosyidi Hamzah

Blog Fisika Pak Teguh Pekalongan

Berbagi Informasi tentang Media Pembelajaran Fisika, IPA, dan TIK

/se·na·rai/

yang ditemui mata dan mengendap di pikiran

%d blogger menyukai ini: