LEBAH ….

5 Okt

Pada suatu pagi yang cerah, di antara rindangnya pepohonan, tampak seekor burung elang sedang bermalas-malasan. Is beristirahat di dalam sebuah pohon yang berdaun cukup lebat. Selama beberapa hari, burung elang berulang kali hinggap di dalam pohon yang sama. Sebab, ia merasa tertarik mengamati kegiatan segerombolan lebah yang terlihat sibuk bekerja bersama-sama, membuat sarang yang berjuntai di dahan sebatang pohon.

Si elang tampak memperhatikan seekor lebah yang sebentar terbang hinggap di antara bunga-bunga hutan yang mekar, menghisap sari madunya, dan terbang kembali ke dalam memberikan sari madu ke sarangnya. Begitu seterusnya. Burung elang yang terus memperhatikan kelakuan lebah menjadi penasaran. Ia pun dengan tidak sabar menegur seekor lebah yang sedang terbang di dekatnya, “hai lebah kecil, kamu sibuk terbang dari satu bunga ke tempat sarangmu, memangnya apa yang sedang kamu kerjakan?”

Lebah pun menjawab, “aku dan kawan-kawan sedang membuat sarang”

Untuk apa kalian repot membuat sarang sebesar itu? Umur lebah kan sangat pendek. Sudahlah tidak perlu susah-susah bekerja, santai-santai saja dan nikmati kehidupanmu yang singkat itu,” ujar burung elang mencoba menasehati si lebah.

Mendengar nasihat itu, si lebah justru menjawab, “umurku memang tak sepanjang umurmu burung elang. Tapi, justru karena pendeknya waktu yang aku punya, aku tidak boleh menyia-nyiakannya. Aku harus bekerja giat dan rajin agar sarang kami bisa selesai sesingkat umur kami.”

“tapi untuk apa sarangmu harus diselesaikan cepat-cepat? Toh, kamu nanti segera mati, dan kalau mati, kamu pun tidak bisa menikmati sarang yang telah kamu buat dengan susah payah.” Tanya elang yang belum puas dengan jawaban si lebah.

“ha ha ha, tuan elang yang gagah dan berumur panjang, kasihan sekali cara berpikirmu. Justru umur kami yang sangat singkat inilah harus kami hargai dengan sungguh-sungguh. Kami memang makhluk kecil dan berumur pendek. Tetapi kami bangga dan bahagia karena bisa berarti bagi makhluk lain, yaitu dengan memberi semua hasil kerja keras yang telah kami lakukan seumur hidup kami. Itulah arti keberadaan kami,” ucap lebah kecil sambil terbang berlalu, tak mau menyia-nyiakan waktunya berbincang dengan elang.

Mendengar jawaban dan penjelasan lebah kecil, si burung elang terdiam tidak mampu berkata-kata lagi dengan kesombongan yang di banggakannya. Ternyata di balik penampilan makhluk yang kecil dan berumur pendek, kehidupan lebah itu pun memiliki arti tersendiri. Mereka bisa memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk berbuat yang terbaik di masa hidupnya.

Sahabat, tahukah kita betapa kecilnya titik madu dan tepung sari yang dihasilkan oleh seekor lebah dengan sebegitu payahnya hinggap dari bunga satu ke bunga yang lain ? namun karena kerjasama yang baik sekelompok lebah itu serta kerja keras tanpa kenal lelah maka terbangunlah sarang yang berisikan madu dengan jumlah yang cukup banyak, lalu untuk apa dan siapa titik-titik madu dan sarang yang dihasilkannya itu ? apakah untuk dirinya sendiri ? ternyata hanya sedikit untuk dirinya dan keturunannya, bahkan yang paling banyak menikmati hasil kerja lebah tersebut adalah makhluk lain yang bukan golongan lebah, makhluk lain itu tidak lain adalah kita !!!

Sahabat, tidakkah kita sangat mampu meniru cara kerja lebah ? oleh itu jangan pernah malu dan meremehkan hal yang sedikit atau yang tersisa yang ada ditangan kita, jika yang sedikit yang tersisa ditangan kita itu kita sinergikan maka program atau proyek sebesar apapun akan mampu kita realisasikan dan akan menjadi Lahan Amal Sholeh yang akan dinikmati dan diambil manfaatnya oleh sekian banyak Generasi kita, maka sisa umur kita ini akan menjadi lebih berarti.

Iklan

17 Tanggapan to “LEBAH ….”

  1. Mas-Giy 8 Oktober 2011 pada 7:57 pm #

    kisah lebah atau binatang apapun yang diciptakan Allah SWT, selalu menyimpan pesan mendalam bagi umat manusia…tetapi, hanya manusia yang ber-ilmu yang dapat membaca pesan-pesan tersebut!!

    • setyantocahyo 13 Oktober 2011 pada 8:43 am #

      mas Giy benar…
      trims ya atas kunjungannya…

  2. jarwadi 15 Oktober 2011 pada 1:57 pm #

    wah, membaca kebijaksanaan seperti ini rasanya jadi adem, belajar ternyata tidak harus melulu rumus rumus dan angka angka, 😉

    • setyantocahyo 20 Oktober 2011 pada 10:12 pm #

      itulah cerita kehidupan mas….
      pa kabar mas Jar..?

  3. Abed Saragih 26 Oktober 2011 pada 4:40 pm #

    kunjungan dan komentar balik ya gan

    salam perkenalan dari

    http://diketik.wordpress.com

    sekalian tukaran link ya…

    semoga semuanya sahabat blogger semakin eksis dan berjaya.

    • setyantocahyo 21 Februari 2012 pada 12:38 pm #

      salam kenal kembali ya bang…
      terima kasih.

  4. M Mursyid PW 31 Oktober 2011 pada 9:07 am #

    Manstab falsafah lebahnya, Pak.

  5. kang ian 8 November 2011 pada 10:08 pm #

    lebah memang memiliki banyak manfaat pak..tapi jangan salah lebah itu kalau sudah diusik pasti akan menyerang hehehe

    • setyantocahyo 21 Februari 2012 pada 12:25 pm #

      mmg demikian kang… tak hanya lebah tapi siapa aja jika sudah di usik harga dirinya pasti akan marah …
      terima kasih kang. 🙂

  6. rachmat 5 Desember 2011 pada 1:06 pm #

    kata lebah dan unta adalah binatang yang sering muncul dalam kitab suci al’quran, mungkin ada sesuatu yang ingin disampaikan oleh Allah SWT kepada hambanya 🙂

    • setyantocahyo 21 Februari 2012 pada 12:42 pm #

      Wallahu alam …
      Allah yang maha tahu segalanya ….
      terima kasih sobat dah mampir …

  7. choirunnangim 7 Desember 2011 pada 1:48 am #

    Semoga asaya tidak menyepelekan hal-hal yang kecil lagi Pak Cahyo..
    maaf lama saya gak mampiiir..

    • setyantocahyo 21 Februari 2012 pada 12:30 pm #

      makasih ya bang dah mampir…
      dan moga akan lebih sering mampir hehe…

  8. SITI FATIMAH AHMAD 26 Februari 2012 pada 5:59 pm #

    Assalaamu’alaikum wr.wb, mas SetyantoCahyo….

    Apa khabar ? Didoakan sihat dan sukses.
    Lama sekali tidak menyapa di sini. Semoga akan mencoret sesuatu yang baru untuk memeriahkan kembali dunia penulisan blogger. Iya… kesibukan mengakibatkan ramai yang kurang bersilaturahmi.

    Mudahan dapat kembali menyapa di masa depan lagi

    Salam ukhuwwah dari Sarikei, Sarawak. 😀

  9. KAYA MOTIVASI 27 Maret 2012 pada 11:22 pm #

    Luar biasa pak, semoga niat berbagi anda dibalas oleh Tuhan amin 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Pabrik tentang tempe

Kondisi produksi sehari-hari

PrimeEdges

Frames, Green, Rustle and Sweet Tea

CahayaCahya

Selalu bersinar, Selalu menerangi

Sepakbola & Kehidupan

"Menelaah hidup dari sepakbola...." (roysemut)

Ramlannarie's Blog::...

Iseng-iseng bermanfaat, bisa menambah sedikit ilmu, dan pengetahuan tentang pendidikan dan lainnya......

kelautaje

dan biarkanlah laut tetap membiru...

Info rumah & properti

Informasi rumah sekitar selatan jakarta, rumah jabodetabek, rumah minimalis, townhouse, rumah baru, rumah seken, rumah lokasi strategis, harga murah, harga terjangkau

Endahsetyolaras's Blog

Just another WordPress.com weblog

Sitsetsut's Blog

blog anak muda yang selalu ceria...

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

Mataku adalah Matamu

Balikpapan Tempat Cari Makan

LAMAN MENULIS GAYA SENDIRI G2

Menulis Untuk Perkongsian Bijak

Kang Arip - Gudang Ilmu

Sharing Ilmu - Diskusi Ilmu - Penyimpanan File

Just Share

Berbagilah selama Anda masih memiliki sesuatu untuk berbagi. Karena hidup ini akan terasa lebih indah jika setiap orang saling mengerti antara satu dengan yang lain..

Refleksi Sosial

Rosyidi Hamzah

Blog Fisika Pak Teguh Pekalongan

Berbagi Informasi tentang Media Pembelajaran Fisika, IPA, dan TIK

/se·na·rai/

yang ditemui mata dan mengendap di pikiran

%d blogger menyukai ini: