Arsip | KESEHATAN RSS feed for this section

Kandungan Asam dalam ASI Bunuh Sel Kanker

21 Apr

SUBSTANSI yang terkandung dalam air susu ibu (ASI), menurut klaim peneliti, bisa membunuh sel-sel kanker. Untuk pertama kalinya, komponen yang dikenal dengan Hamlet ini telah sukses diuji coba pada manusia.

Studi yang dilakukan peneliti dari University of Gothenburg dan Lund University di Swedia ini menemukan, pasien kanker kandung kemih yang ditangani dengan Hamlet berhasil mengeluarkan sel-sel kanker mematikan tersebut melalui air seni. Hasil ini, menurut peneliti, membangkitkan harapan bahwa komponen ini berpotensi menyembuhkan kanker.

Dalam percobaan laboratorium, substansi ini terbukti membunuh 40 tipe sel kanker. Selain itu, Hamlet bekerja tanpa menggangu sel-sel sehat.

Temuan ini merupakan terobosan terbaru yang melibatkan manfaat sehat dari bahan-bahan yang terkandung dalam ASI. Sebelumnya, menyusui dinyatakan bisa mencegah munculnya tumor pada anak.

Dan minggu lalu, peneliti dari Amerika Serikat telah mengungkap bahwa asam laurat dalam ASI bisa membasmi jerawat. ASI bisa menjadi dasar pengobatan baru tanpa efek samping yang seringkali itimbulkan obat-obat tradisional, termasuk bercak-bercak merah di kulit.

Hamlet (Human Alpha-lactalbumin Made Lethal to Tumour cells) secara tidak sengaja ditemukan saat peneliti mempelajari komponen antibakteri dari ASI. Substansi ini terdiri dari protein dan asam lemak yang secara alami terdapat dalam ASI. Penelitian-penelitian sebelumnya belum menguji Hamlet pada pasien.

Menurut peneliti Profesor Roger Karlsson dari Gothenburg, Hamlet bisa dikembangkan menjadi obat kanker.”Percobaan laboratorium telah menunjukkan bahwa Hamlet memmbunuh 40 jenis kanker yang berbeda. Sekarang peneliti juga sedang mempelajari efeknya terhadap kanker kulit, tumor di selaput lendir dan tumor otak,” tutur Karlsson, seperti dikutip situs dailymail.co.ok, Selasa (20/4).

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal PloS One ini, peneliti mengekstrak Hamlet dari ASI. Hasil ekstrak ini selanjutnya disuntikkan langsung ke dalam tumor.

“Setelah beberapa kali menjalani pengobatan, pasien kanker kandung kemih mengeluarkan sel-sel kanker mematikan tersebut melalui air seni. Hal ini membangkitkan harapan bahwa substansi ini bisa dikembangkan menjadi obat kanker.” (IK/OL-5)

Iklan

Obesitas Picu Kepikunan

21 Apr

OBESITAS membuat otak mengerut. Hal ini, menurut temuan peneliti, akan meningkatkan risiko penyakit Alzheimer (kepikunan) di kehidupan selanjutnya.

Peneliti dari University of California mengungkap, orang-orang yang membawa gen terkait makan berlebih dan kelebihan berat badan cenderung memiliki ukuran otak lebih kecil dibandingkan populasi lainnya. Temuan ini, terang peneliti, menambah bukti bahwa obesitas merupakan salah satu penyebab kepikunan.

Dalam studi ini, peneliti memindai otak dari 206 pensiunan sehat. Peneliti menemukan, partisipan yang membawa mutasi gen bernama FTO mempunyai sel-sel otak delapan persen lebih sedikit dalam lobus frontal otak. Lobus frontal merupakan area yang terlibat dalam membuat penilaian kompleks. Selain itu, partisipan ini juga memiliki sel-sel otak 12 persen lebih sedikit di lobus occipital, area otak yang terlibat dalam proses gambaran mental.

Semakin gemuk partisipan, semakin banyak kerusakan. Pengerutan otak, terang peneliti, merupakan indikator kepikunan. Gen FTO yang rusak bisa memicu makan berlebih. Gen ini, terang peneliti, dibawa oleh lebih dari 50 persen orang kulit putih di Eropa dan 16 persen warga Asia.

Menurut pemimpin studi, ahli saraf Paul Thompson, perbedaan ukuran otak tidak bisa dikaitkan secara langsung dengan produk sampingan obesitas, seperti kadar kolesterol, diabetes atau tekanan darah tinggi. Akan tetapi, peneliti belum mengetahui secara pasti bagaimana gen mengerutkan otak atau bagaiman gen membuat orang gemuk.

“Studi ini masih relatif kecil, tapi temuan ini mendukung perlunya penelitian lebih lanjut. Dalam sepuluh tahun mendatang, 10 juta orang akan mengalami kepikunan, tapi penelitian di bidang ini masih kekurangan dana. Dengan investasi yang tepat, penyakit ini bisa dikalahkan,” tutur Dr Susanne Sorensen dari the Alzheimer’s

Kenali Sembilan Pemicu Gigi Sensitif

21 Apr

PERNAH menderita gigi sensitif? Jika pernah, Anda tentu sudah tahu rasa nyeri akibat masalah ini sangat mengganggu. Gangguan ini muncul saat lapisan email gigi terkikis dan membuat saraf gigi terpapar.

Bagaimana cara mengatasinya? Untuk menghindari atau mencegah masalah berulang, ada baiknya mengenal dan menghindari faktor pemicunya. Berikut faktor-faktor pemicu gigi sensitif:

Kerusakan
Kerusakan ini umumnya terjadi akibat makanan manis. Interaksi protein dalam air liur dengan gula yang tersisa di gigi akan menciptakan plak mengandung bakteri. Bakteri dalam plak ini selanjutnya akan mengikis lapisan email gigi.

Kertakan gigi
Kertakan akan mengikis lapisan email gigi. Sebagian besar orang melakukan hal ini tanpa sadar saat mereka tidur. Kertakan gigi ini juga umum dijumpai pada anak-anak.

Menggosok gigi terlalu keras
Menggunakan sikat gigi yang terlalu keras atau terlalu menekan saat menggosok gigi juga bisa merusak dan mengikis lapisan email gigi. Karena itu, ada baiknya melakukan secara perlahan dengan sikat gigi yang tidak terlalu keras.

Pengerutan gusi
Saat gusi berkerut, biasanya akibat penyakit gusi, gigi akan terpapar, sehingga menjadi lebih sensitif.

Pemutihan (bleaching)
Proses pemutihan gigi akan membuat gigi semakin sensitif. Akan tetapi, efek ini umumnya hanya bersifat sementara dan akan pulih dengan sendirinya.

Plak
Penumpukan plak di akar gigi akan meningkatkan kepekaan gigi.

Makanan tertentu
Mengonsumsi terlalu banyak makanan asam, seperti buah-buahan asam, tomat dan acar bisa meningkatkan kepekaan gigi.

Gigi retak
Retakan di gigi akan diisi oleh bakteri.

Obat kumur (mouthwash)
Obat kumur tertentu mengandung asam yang bisa mengikis lapisan email gigi. Karena itu, pastikan membaca label sebelum membeli satu produk tertentu.

Atasi masalah

Cobalah mengontrol makanan yang Anda konsumsi. Cara ini bagus untuk kesehatan gigi serta kesehatan tubuh secara umum. Cobaah membatasi makanan kaya gula, termasuk karbohidrat, dan makanan kaya asam.

Jika masalah kepekaan gigi Anda dipicu oleh kertakan gigi, cobalah menggunakan pelindung mulut (mouth guard) di malam hari.

Cobalah mempertahankan kebersihan gigi dan jangan lupa flossing. Flossing bisa menjangkau area gigi yang tidak tersentuh olah sikat gigi. Dan cobalah menggunakan sikat gigi berbulu halus hingga sedang. Selain itu, pastikan menggosok secara pelahan sehingga tidak merusak jaringan gusi. Di samping itu, Anda bisa memilih pasta gigi yang khusus untuk gigi sensitif. (IK/OL-08)

Ngidam Tak Dipenuhi, Bayi Bakal Ngiler?

18 Apr

Sudah bukan rahasia lagi, keinginan ibu hamil memang suka macam-macam. Mungkin di antara kita pun pernah mengalami hal tersebut, ya? Bahkan, tak jarang keinginan itu tak masuk akal. Misal, ingin menjitak kepala botak. Aduh!? Kita pun menyepakati bahwa hal tersebut wajar terjadi pada ibu hamil karena sedang masanya ngidam, begitu, kan, alasannya.

Menurut dr. Judi Januadi Endjun, Sp.OG, Sonologist, ngidam diartikan sebagai keinginan akan sesuatu, yang timbul secara tak terduga dan memiliki dorongan kuat untuk segera dipenuhi.

“Umumnya keinginan itu menyangkut makanan dan minuman. Namun bisa saja menyangkut sesuatu yang tak wajar dan dapat membahayakan ibu hamil.” Misal, ngidam ingin makan tanah. Nah, sudah ketahuan, kan, apa bahayanya. Tanah dapat mengandung kuman-kuman penyakit (misal, toksoplasma) atau zat beracun (misal, limbah atau insektisida). “Bila hal tersebut terjadi, jangan tunda lagi segera hubungi dokter.”Penyebab

Walau dunia kedokteran sudah berkembang pesat, penyebab ngidam tetaplah misteri. “Bisa saja karena tubuh kekurangan sejumlah nutrien atau zat gizi tertentu. Akibat kekurangan tersebut, otak akan mengeluarkan respon dan menimbulkan keinginan untuk mencukupi kekurangan zat gizi tersebut,” papar Judi. Misal, bila wanita hamil kekurangan zat besi, maka bentuk ngidamnya dapat berupa keinginan makan makanan yang mengandung zat besi. “Namun bila kebutuhan zat gizinya terpenuhi, biasanya ngidamnya akan hilang.”

Selain karena kekurangan nutrien tertentu, ngidam diduga keras terjadi karena ada perubahan kadar hormon pada wanita hamil. Keadaan ini sering terjadi bersamaan masa terjadinya mual dan muntah (emesis gravidarum) akibat hormon Human Chorionic Gonadothropine (HCG).

“HCG sedang tinggi-tingginya saat kehamilan 60 hari atau 2 bulan dan menurun dengan sendirinya setelah kehamilan 4 bulan ke atas. Makanya, saat itu mual-muntah akan hilang.” Itu sebabnya, ngidam hanya bersifat sementara. Tapi, pada keadaan tertentu, bisa saja berlangsung selama 9 bulan. “Biasanya terjadi karena ada masalah psikologi.”

Penyebab berikutnya, karena kekurangan makanan terutama pada mereka yang melakukan program diet ketat dan tak terkontrol. Rangsang bau pun sering menjadi penyebab. Misal, bau roti bakar, cokelat, atau bensin. “Hal ini dimungkinkan karena perubahan hormon. Akibatnya indra penciuman jadi sensitif.”

Tak hanya itu, perubahan emosi pun bisa menjadi pemicu ngidam. Gangguan emosi sering terjadi pada lingkungan rumah yang tak baik (kumuh), penghasilan rendah (sosial ekonomi rendah), atau emosi yang labil. Bukankah orang hamil butuh ketenangan, suasana yang nyaman, istirahat cukup, dan makan makanan yang dia perlukan? “Nah, suasana kumuh tak membuat ia nyaman, kemudian makanan yang ia perlukan juga bisa jadi kurang, sehingga memicu timbulnya ngidam.”

Cara mengatasi

Bila ibu mengalaminya, tentu jangan dibiarkan begitu saja. Apalagi jika hal-hal yang diinginkan di luar batas kewajaran atau bahkan membahayakan kesehatan ibu dan janin. Cara terbaik mengatasi ngidam, terang Judi, dengan mengganti makan makanan lainnya agar ibu tak memakan yang itu-itu saja. “Ya, kalau ngidamnya makanan yang 4 sehat 5 sempurna, sih, tak masalah. Nah, kalau ngidamnya makanan yang tak bergizi, bagaimana ia bisa memenuhi zat gizi yang dibutuhkan bagi dirinya dan janin?” Misal, keinginan makan permen cokelat dapat diganti dengan minum susu cokelat. Yang penting makanan mengandung unsur-unsur seimbang (4 sehat 5 sempurna).

Cara kedua, tetaplah makan makanan yang diinginkan, tapi jumlahnya secara bertahap dikurangi. Misal, ingin makan es krim satu liter dapat diganti dengan satu cup kecil es krim. Dengan demikian, ibu tetap bisa memperoleh makanan yang diinginkannya, tapi juga tak mengabaikan makanan lain yang harus tetap dikonsumsinya untuk terpenuhinya zat-zat gizi. Sebaliknya, ibu jangan terlalu menolak/membatasi makanan tertentu karena bisa mengakibatkan kekurangan zat gizi tertentu yang mungkin akan membahayakan ibu dan janin.

Tak kalah penting, kendalikan emosi. “Segera cari faktor penyebab dan atasi.” Bila tak dapat diatasi sendiri, lakukan konsultasi untuk konseling atau psikoterapi. Sebab, semakin bermasalah faktor emosinya, biasanya semakin sering ngidam.

Tak perlu takut ngiler

Mitos bahwa ibu-ibu yang tak keturutan saat ngidam nanti bayinya akan ngiler, hal ini dibantah baik Enny maupun Judi. “Bayi, mana, sih, yang saat lahir tidak ngiler? Semua bayi, toh, akan ngiler,” tukas Enny.

Tapi tentu tidak tepat jika keinginan ngidam selalu dikaitkan dengan bayi. “Bayinya tak apa-apa, kok, kecuali kalau memang ngidamnya karena kekurangan zat-zat tertentu dan zat-zat ini tak terpenuhi selama kehamilan, maka memang akan berdampak ke janinnya. Misal, janinnya mengalami malnutrisi,” tutur Judi.

Jadi, Bu, tak usah takut, bayinya jadi ngiler, ya?

Lima Mitos Kanker Payudara

16 Apr

SURVEI menunjukkan, kanker payudara merupakan penyakit nomor satu yang dikhawatirkan perempuan. Berbagai kesalahpahaman yang berkembang tentang penyakit ini, bisa semakin memicu stres dan tentunya membahayakan jiwa perempuan.

Demi kesehatan dan keselamatan jiwa Anda sendiri, ada baiknya mempelajari kebenaran di balik mitos yang beredar tentang penyakit ini.

Mitos #1: Mengenakan bra berkawat meningkatkan risiko terkena kanker payudara
Klaim yang menyatakan bra berkawat menekan sistem limfatik payudara, membuat racun menumpuk sehingga menyebabkan kanker payudara, tidak terbukti secara ilmiah. Menurut konsensus, jenis bra serta ketat atau longgarnya pakaian dalam Anda, tidak berhubungan dengan risiko kanker payudara.

Mitos #2: Perempuan berdada kecil berisiko lebih rendah terkena kanker payudara
Tidak ada hubungan antara ukuran dada seseorang dengan besar kecil risiko terkena kanker payudara. Dada berukuran besar memang lebih sulit diperiksa dibandingkan dengan dada berukuran kecil, melalui uji payudara klinis, mammogram, mau pun MRI. Tapi setiap perempuan, terlepas dari ukuran dadanya, harus rajin memeriksa payudara secara rutin demi keselamatan jiwanya.

Mitos #3: Hanya perempuan dengan sejarah kanker payudara dalam keluarga yang berisiko terkena penyakit serupa
Sekitar 70 persen perempuan yang didiagnosa menderita kanker payudara, tidak memiliki faktor risiko yang dapat diidentifikasi atas penyakit ini. Tapi risiko sejarah keluarganya adalah seperti ini: Jika seorang kerabat tingkat pertama (orang tua, saudara, atau anak) mengalami atau menderita kanker payudara, risiko Anda terserang penyakit itu sekitar dua kali lipat. Jika Anda memiliki dua orang kerabat tingkat pertama yang menderita kanker payudara, risiko Anda pun semakin meningkat.

Mitos #4: Benjolan pada payudara kebanyakan adalah kanker
Kenyataannya, sekitar 80 persen benjolan di payudara perempuan disebabkan oleh perubahan jinak nonkanker, kista, atau kondisi lainnya. Meskipun demikian, para dokter mendorong perempuan untuk melaporkan perubahan apa pun yang terjadi pada payudaranya. Sebab, pendeteksian dini terhadap kanker payudara lebih baik daripada terlambat. Dokter mungkin menyarankan mammogram, ultrasound, atau biopsi untuk menentukan apakah benjolan tersebut adalah kanker atau bukan.

Mitos #5: Implan payudara meningkatkan risiko kanker
Menurut penelitian, perempuan yang melakukan implan payudara tidak berisiko lebih besar terkena kanker payudara. Akan tetapi, mammogram standar tidak selalu bekerja baik pada perempuan yang melakukan implan payudara. Sinar X tambahan kadang diperlukan untuk mengetes jaringan dada secara menyeluruh. (*/OL-08)

Hindari Paparan Radiasi Dari Ponsel

14 Apr

Di era modern seperti ini siapa sih yang tak membutuhkan ponsel. Namun sejalan dengan kemudahan yang dibuat teknologi tentu saja membawa dampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan. Radiasi yang diakibatkan ponsel dapat mempengaruhi kesehatan. Tapi bukan berarti Anda harus berhenti menggunakan sarana telekomunikasi ini. Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menghindari bahaya radiasi ponsel ini. Coba simak yang kami sugguhkan ini.

1. Beli lah ponsel dengan yang rendah radiasi. Jika Anda membeli ponsel jenis ini periksalah ratingnya di website pecinta lingkungan.

2. Gunakan headset atau speaker. Cara ini sebenarnya berfungsi untuk menjauhkan ponsel dari tubuh Anda sehingga Anda lebih sedikit terkena efek radiasinya. Para ahli sampai saat ini masih belum bisa menemukan apa pakai headset lebih baik atau tidak, tapi kebanyakan orang berpendapat kalau cara ini lebih baik dari pada mendekatkan telepon di telinga.

3. Jadilah pendengar. Ponsel memancarkan radiasi saat Anda mengirim SMS atau melakukan panggilan telepon, tapi tidak saat menerima pesan.

4. Jangan gunakan penutup antena atau penutup keypad. Barang-barang ini menghalangi sinyal, yang malah merusak ponsel Anda.

5. Pakai SMS. Bicara di telepon membuat sinyal lebih kuat, sebaliknya mengirim SMS memberikan lebih sedikit radiasi.

6. Biasakan meletakkan ponsel jauh-jauh dari tubuh Anda. Bahkan saat sedang melakukan SMS atau bicara di ponsel, usahakan meletakkannya jauh-jauh. Semakin jauh jaraknya = semakin kecil terkena radiasi.

7. Kotak pelindung radiasi untuk ponsel. Beli lah kotak ini, yang berguna untuk mencegah paparan radiasi saat ponsel diletakkan di saku atau tempat ponsel di ikat pinggang. Alat ini juga memiliki pengacak antena radiasi. (kpl/erl)

7 Obat Flu Tradisional

14 Apr

Pergantian musim kerap kali disertai dengan berjangkitnya penyakit flu. Tentu saja banyak pilihan obat yang dijual di pasaran untuk mengatasi sakit yang satu ini. Tapi bagi Anda yang lebih menyukai obat alami ada beberapa pilihan yang dapat Anda ambil.

1. Zat Besi

Zat besi merupakan mineral esensial yang dibutuhkan lebih dari 300 enzim yang ada di dalam tubuh. Zat besi dapat Anda temukan pada makanan seperti daging, hati, seafood dan telur. Saat ini juga sudah tersedia dalam bentuk pil dan sirup. Kenapa zat besi bermanfaat? Zat ini memiliki efek menguatkan sistem imun tubuh, mood, kehidupan seks dan kesehatan yang berhubungan dengan pernafasan. Saat Anda mendapatkan gejala-gejala flu awal, tambahkan asupan zat besi dalam diet Anda. Sebagai bonusnya, zat besi ini dapat sedikit membantu menurunkan gejala flu.

2. Bawang Putih

Bawang putih dipercaya memiliki banyak manfaat. Allicin adalah yang paling ampuh melawan flu. Menurut studi kandungan allicin dalam bawang putih dapat mengurangi resiko terjangkit flu dan menyembuhkan sakit flu dengan cepat. Tapi ada efek samping bagi penderita gula darah dan wanita hamil. Menurut tes bawang putih memang mampu membunuh virus influenza. Tambahkan bawang putih pada sop ayam, yang juga dipercaya meredakan gejala flu, lalu nikmati saat masih panas.

3. Bawang Merah

Kandungan dalam bawang merah tak jauh beda dengan bawang putih, yang mengandung kimia antiviral. Rendam potongan bawang merah mentah di madu, biarkan selama semalaman. Gunakan campuran ini seperti sirup obat batuk. Selain itu, Anda juga bisa menambahkan banyak bawang merah dalam masakan saat sedang terkena flu.

4. Vitamin C

Memang berdasarkan penemuan baru vitamin c hanya mampu mencegah flu biasa dan mengurangi reaksi gejala-gejala flu. Namun meski demikian vitamin c tetap bermanfaat untuk melawan flu dan batuk.
5. Madu

Madu populer sebagai obat mujarab di beberapa budaya, menurut studi madu juga menunjukkan dapat membantu meringankan iritasi pada tenggorokan dan diyakini mengandung antioksidan dan anti bakterial. Madu juga terbukti meringankan batuk dan membantu tidur pulas pada anak-anak berusia satu tahun ke atas.

6. Ginseng

Ginseng dianggap sebagai suplemen herbal yang populer. Banyak manfaat dari ginseng ini mulai dari memperbaiki ingatan, memperbaiki konsentrasi, kelelahan, masalah yang berkaitan dengan penuaan, depresi ringan dan bahkan untuk ibu setelah melahirkan. Kandungan dalam ginseng meningkatkan sistem imun tubuh, untuk itu tak salah jika ginseng disebut berkhasiat sebagai obat flu.

7. Jahe

Jahe dipercaya sejak dulu kala sebagai obat tradisional China dalam memerangi gejala flu. Dalam pengobatan India, ayurveda juga dipercaya hal yang sama. Jahe panas ditambah jeruk nipis dan madu bisa dijadikan minuman di saat hujan. Tapi bagi yang baru menjalani operasi, sebaiknya hindari minum jahe selama dua minggu. (kpl/erl)

PrimeEdges

Frames, Green, Rustle and Sweet Tea

CahayaCahya

Selalu bersinar, Selalu menerangi

Sepakbola & Kehidupan

"Menelaah hidup dari sepakbola...." (roysemut)

Ramlannarie's Blog::...

Iseng-iseng bermanfaat, bisa menambah sedikit ilmu, dan pengetahuan tentang pendidikan dan lainnya......

INFO RUMAH

Property Review | Tips Renovasi | Design & Dekorasi | Berbagi informasi dan tips seputar rumah dan sebagainya

Sitsetsut's Blog

blog anak muda yang selalu ceria...

Endahsetyolaras's Blog

Just another WordPress.com weblog

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

LAMAN MENULIS GAYA SENDIRI G2

Menulis Untuk Perkongsian Bijak

Just Share

Berbagilah selama Anda masih memiliki sesuatu untuk berbagi. Karena hidup ini akan terasa lebih indah jika setiap orang saling mengerti antara satu dengan yang lain..

Refleksi Sosial

Rosyidi Hamzah

Blog Fisika Pak Teguh Pekalongan

Berbagi Informasi tentang Media Pembelajaran Fisika, IPA, dan TIK

KOLOM KIRI

perjalanan pembalasan idealisme yang ter-patah-kan

Brotoadmojo

Melihat, Mendengar, Merasa, (Kadang) Meraba

NgOPi

Ngawi On Picture