Arsip | KLAU GI NGLAMUN RSS feed for this section

Temon Cinta Bunga…( part.2 )

10 Jun

Hari hari Temon  jalani dg murung…

Kasihan dia….belajarnya jadi malas malasan..

Makan tak enak …tidur tak nyenyak…

Diam diam kedua orang tuanya juga memperhatikan temon…

Terlebih emaknya…

Karena dia sangat sayang banget sama temon..maklum anak laki laki satu satunya harapan  keluarga…

Sore itu  menjelang magrib temon duduk menyendiri diteras rumahnya…

Diam seribu bahasa…, pandangannya kosong…

Sudah jelas sedang teringat sesuatu…

Emak nya dengan hati hati mendekati dan duduk disampingya..… Baca lebih lanjut

Iklan

Temon Cinta Bunga….

7 Jun

Sepulang sekolah temon berbunga bunga hatinya..

Lantaran tadi mendapat balasan sesobek kertas  dari Bunga … gadis pujaan di sekolahnya……

Dengan berjingkrak ingin segera sampai kerumahnya….dan segera ingin tahu isi dari  kertas itu…

Sesampai dirumah tak ada orang…

Karena bapak emaknya  masih sibuk bekerja di ladang… Baca lebih lanjut

Potret kehidupan…

29 Mei

Di sebuah desa yang tenang tumbuh seorang gadis remaja yang cantik jelita, tak heran kalau dia dijuluki si kembang desa, sebut saja namanya Astuti….orang memanggilnya Tuti …

Banyak pria mencoba mendekatinya …pria dilingkungannya  maupun dari luar silih berganti hadir bersaing untuk mendapatkan cintanya…

Layaknya gadis remaja yang lain dia pun sempat berpacar-pacaran dengan pria yang disukainya, tapi ya namanya juga cinta monyet..semuanya itu tak ada yang berlangsung lama…

Baca lebih lanjut

“Kepada Usup Supriyadi”

24 Mei

Kang usup….. aku ada di sini…

Ditengah hamparan  kosong dan sunyi…..

yang dulunya lebat nan hijau…

burung burung benyanyi ramai berkicau…

kenapa sekarang jadi gersang…..?

pohon pohon habis ditebang….

Kang usup ….sekarang aku ada di lembah…..

Mata air sirna….

Kehidupan luka menganga….

Sungai menangis …..kehilangan  maknanya…

Kering kerontang gersang meradang…..

Anak keledai terkapar..menggelepar….

Tatkala sumber kehidupan terampas oleh ketamakan manusia…

Kenapa kita semua ikut terlena….

Kang usup…. kini tibalah  saatnya…

Genderang perang melawan kesombongan….

Sikat habis semua  ketamakan….

Kita  selamatkan kehidupan…….

*puisi ini dipersembahkan untuk Usup Supriyadi, dalam rangka Menulis Puisi “Kepada Usup Supriyadi”

sepasang bocah…….

23 Mei

Sepasang bocah cilik  riang berkejaran……

Telusuri jalan setapak…juga pematang…

Wajah wajah ceria tergambar…

Selalu habiskan hari tuk bercengkrama…

Nampak disudut mata si bocah pria….adanya benih benih cinta…

Tapi hanya ada dalam rasa …

Tak kuasa tuk  mengungkapkannya…

Di lubuk hati putri kecil juga tumbuh benih benih kasih…

Tapi hanya dipendam dalam hati..

Mana berani nyatakan diri…

Seiring waktu tumbuhlah masa remaja…

Benih cinta mereka semakin menggelora..

Tapi tetap saja tak ada kata…

Barangkali hanya rasa  yang terpelihara……

Karena terbentur etika agama…

Diujung waktu …..

Dimasa mereka sudah sama sama tahu…..

Si putri tetap  setia menunggu…..

Sementara sang pangeran ttp saja lugu…malu malu…

Hingga si putri kesal hatinya…

Tak peduli lagi kenangan manis masa kecilnya…

Sementara banyak pengganti yang lebih cakap darinya…

Si putri pun akhirnya meninggalkannya…

Apa yang terjadi..?

Pangeran patah hati…

Sialnya lagi tak satu orang pun  yang empati..

Karena itu memang kebodohannya sendiri………..

Laki laki kecil bertelanjang kaki…

21 Mei

Laki laki kecil bertelanjang kaki…

Kurus kering tak terurus..

Pakaian seadanya…

Menenteng buku dua biji…..

Dengan langkah pasti menuju sekolah kebanggaan dikampungnya….

Demi meraih masa depan… yang sepertinya tak menjanjikan…

Hari demi hari ia lalui…

Nuntut ilmu setengah hari..bantu orang tua yang setengahnya lagi..….

Laki laki kecil bertelanjang kaki…

Selalu hati hati…mawas diri…

Tak lupa sembahyang mengaji….

Tuk memperolah keajaiban masa depan yang tak pasti…

Bila malam tiba…

Surau adalah rumahnya…

Tempat belajar akhlak …juga pengetahuan agama…

Dengan harapan …kelak bisa banggakan orang tua…

melati…..

20 Mei

Kutengok dipagi hari…

Melatiku telah mekar berseri..

Aq cemburu dengan embun…

Karena dia setia menunggunya sejak malam….

Aku jadi malu…

Aq tak mau memetiknya…

Karena embun pasti tak merelakannya….

Ketika mentari mulai bersinar…..

Embun pun perlahan pergi…

Tanpa pesan…tanpa alasan….

Kasihan melati…

Diapun merana seorang diri………….

Walau embun kembali esok pagi…..Namun melati terlanjur layu ….tapi,

tetap setia menanti…..…

PrimeEdges

Frames, Green, Rustle and Sweet Tea

CahayaCahya

Selalu bersinar, Selalu menerangi

Sepakbola & Kehidupan

"Menelaah hidup dari sepakbola...." (roysemut)

Ramlannarie's Blog::...

Iseng-iseng bermanfaat, bisa menambah sedikit ilmu, dan pengetahuan tentang pendidikan dan lainnya......

INFO RUMAH

Property Review | Tips Renovasi | Design & Dekorasi | Berbagi informasi dan tips seputar rumah dan sebagainya

Sitsetsut's Blog

blog anak muda yang selalu ceria...

Endahsetyolaras's Blog

Just another WordPress.com weblog

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

حَنِيفًا

haniifa.wordpress.com

LAMAN MENULIS GAYA SENDIRI G2

Menulis Untuk Perkongsian Bijak

Just Share

Berbagilah selama Anda masih memiliki sesuatu untuk berbagi. Karena hidup ini akan terasa lebih indah jika setiap orang saling mengerti antara satu dengan yang lain..

Refleksi Sosial

Rosyidi Hamzah

Blog Fisika Pak Teguh Pekalongan

Berbagi Informasi tentang Media Pembelajaran Fisika, IPA, dan TIK

KEMBALI KE NGGUMENG

perjalanan pembalasan idealisme yang ter-patah-kan

Brotoadmojo

Melihat, Mendengar, Merasa, (Kadang) Meraba

NgOPi

Ngawi On Picture